Pasar mobil bekas Honda Brio Satya menunjukkan perbedaan tren yang cukup kontras antara model lama dan versi facelift. Ini juga berkaitan dengan usia produksinya.
Unit Brio Satya bertransmisi CVT keluaran terbaru justru lebih diminati di pasar mobil bekas dibandingkan model produksi sebelumnya.
Owner Lapak Mobil di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Peter, mengungkapkan bahwa Brio Satya yang mendapat pembaruan pada 2023 menjadi tipe yang paling mudah dijual saat ini. Sebaliknya, unit tahun produksi di bawah itu cenderung bergerak lebih lambat.
“Kalau Brio yang facelift-nya 2023 itu gampang jual. Tapi yang tahun 2019 sampai 2022 sekarang agak kurang jualannya,” ujar Peter kepada kumparan baru-baru ini.
Menurutnya, faktor desain menjadi salah satu penyebab utama perbedaan minat tersebut. Ubahan tampilan pada versi facelift dinilai lebih segar dan relevan dengan selera konsumen saat ini, terutama pembeli muda.
“Soalnya modelnya. Yang baru kelihatannya lebih menarik,” jelasnya.
Alasan lainnya karena secara usia produksi lebih muda. Ada ketertarikan konsumen mengincarnya dalam kondisi seken karena selisih harga ketimbang model baru.
Dari sisi harga, Brio Satya CVT keluaran 2019–2022 saat ini berada di kisaran Rp 145 jutaan, tergantung kondisi kendaraan.
Sementara itu, untuk model facelift produksi 2023 hingga 2025, banderolnya relatif lebih kuat.
“Kalau yang 2023 sampai 2025 itu sekitar Rp 155 jutaan. Yang 2025 juga mirip-mirip, nggak jauh beda, paling mentok Rp 160 jutaan,” kata Peter.
Sebagai perbandingan, harga Honda Brio Satya baru saat ini dipasarkan dengan banderol Rp 202,5 juta. Selisih harga yang cukup signifikan tersebut membuat Brio Satya bekas facelift menjadi opsi menarik bagi konsumen yang mengincar city car irit dengan nilai ekonomis lebih rasional.
Kondisi ini menegaskan bahwa faktor penyegaran desain masih memegang peranan penting dalam menjaga daya tarik dan nilai jual mobil di pasar kendaraan bekas, bahkan untuk model sepopuler Honda Brio.





