Wamena (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut saat ini ada lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua Pegunungan yang beroperasi secara optimal.
Ketua Kelompok SPPG Papua Pegunungan Wahyu Adi Pratama di Wamena, Minggu, mengatakan jumlah dapur yang beroperasi dan terdata di Papua Pegunungan sebanyak lima dapur.
Baca juga: SPPG: Kebutuhan sayuran untuk MBG capai 1 ton per hari di Jayawijaya
“Dapur MBG yang telah beroperasi di Papua Pegunungan sebanyak lima, empat diantaranya berjalan secara baik di Kabupaten Jayawijaya, sementara satunya di Kabupaten Yahukimo,” katanya.
Menurut dia, dapur MBG yang beroperasi di Kabupaten Yahukimo sejak bulan Januari 2025, yang dikelola oleh Yayasan Baliem Bakti Papua lebih awal dari beroperasinya dapur MBG di Kabupaten Jayawijaya.
“Dapur MBG di Kabupaten Yahukimo telah lebih dulu berjalan beberapa bulan, kemudian dapur MBG di Kabupaten Jayawijaya. Jadi, dapat dikatakan, program MBG lebih dulu berjalan di Kabupaten Yahukimo dengan penerima manfaat hingga saat ini berjumlah 1.086 dari 18 satuan pendidikan mulai PAUD hingga SMA/SMK,” ujarnya.
Dia menjelaskan dapur MBG di Kabupaten Jayawijaya pertama beroperasi dua, bertambah tiga dan saat ini terdapat empat dapur.
“Dari empat dapur pelayanan MBG yang dikelola oleh tiga organisasi, yaitu Yayasan Kitong Bisa, Yayasan Yapis dan Yayasan Baliem Bhakti Papua dengan setiap dapur mengelola kurang lebih 3.500-4.000 paket MBG,” katanya.
Baca juga: Pemprov-SPPG Papua Pegunungan bertekad tidak ada keracunan MBG
Baca juga: BGN pastikan tiga dapur layani MBG di Jayawijaya
Dia menambahkan pihaknya terus membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, baik itu provinsi maupun kabupaten untuk program MBG ini terus berjalan di wilayah Papua Pegunungan.
“Kami berharap ke depan tidak hanya lima dapur MBG di dua kabupaten, tetapi akan terus bertambah di enam kabupaten lain di Papua Pegunungan, sehingga saran pemenuhan gizi dapat menyentuh generasi muda daerah ini,” ujarnya.
Ketua Kelompok SPPG Papua Pegunungan Wahyu Adi Pratama di Wamena, Minggu, mengatakan jumlah dapur yang beroperasi dan terdata di Papua Pegunungan sebanyak lima dapur.
Baca juga: SPPG: Kebutuhan sayuran untuk MBG capai 1 ton per hari di Jayawijaya
“Dapur MBG yang telah beroperasi di Papua Pegunungan sebanyak lima, empat diantaranya berjalan secara baik di Kabupaten Jayawijaya, sementara satunya di Kabupaten Yahukimo,” katanya.
Menurut dia, dapur MBG yang beroperasi di Kabupaten Yahukimo sejak bulan Januari 2025, yang dikelola oleh Yayasan Baliem Bakti Papua lebih awal dari beroperasinya dapur MBG di Kabupaten Jayawijaya.
“Dapur MBG di Kabupaten Yahukimo telah lebih dulu berjalan beberapa bulan, kemudian dapur MBG di Kabupaten Jayawijaya. Jadi, dapat dikatakan, program MBG lebih dulu berjalan di Kabupaten Yahukimo dengan penerima manfaat hingga saat ini berjumlah 1.086 dari 18 satuan pendidikan mulai PAUD hingga SMA/SMK,” ujarnya.
Dia menjelaskan dapur MBG di Kabupaten Jayawijaya pertama beroperasi dua, bertambah tiga dan saat ini terdapat empat dapur.
“Dari empat dapur pelayanan MBG yang dikelola oleh tiga organisasi, yaitu Yayasan Kitong Bisa, Yayasan Yapis dan Yayasan Baliem Bhakti Papua dengan setiap dapur mengelola kurang lebih 3.500-4.000 paket MBG,” katanya.
Baca juga: Pemprov-SPPG Papua Pegunungan bertekad tidak ada keracunan MBG
Baca juga: BGN pastikan tiga dapur layani MBG di Jayawijaya
Dia menambahkan pihaknya terus membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, baik itu provinsi maupun kabupaten untuk program MBG ini terus berjalan di wilayah Papua Pegunungan.
“Kami berharap ke depan tidak hanya lima dapur MBG di dua kabupaten, tetapi akan terus bertambah di enam kabupaten lain di Papua Pegunungan, sehingga saran pemenuhan gizi dapat menyentuh generasi muda daerah ini,” ujarnya.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489875/original/060739600_1769941602-Sore_Ini_Kita_Harus_Menang__Come_On_Borneo______BorneoFC__Samarinda__Manyala__SuperLeague.jpg)