Kelompok Separatis Lakukan Serangan di Pakistan, 33 Orang Tewas

detik.com
7 jam lalu
Cover Berita
Balochistan -

Kelompok separatis melancarkan serangan terkoordinasi di seluruh provinsi Balochistan, Pakistan. Serangan itu menewaskan sedikitnya 15 personel keamanan dan 18 warga sipil.

Dilansir AFP, Minggu (1/2/2026), kekerasan terbaru itu terjadi di wilayah barat daya yang dilanda pemberontakan tersebut pada Sabtu (31/1). Para pejabat mengatakan 92 militan termasuk 'tiga pelaku bom bunuh diri' juga tewas.

Pakistan telah memerangi pemberontakan separatis di Balochistan selama beberapa dekade. Kelompok itu sering melakukan serangan terhadap pasukan keamanan, warga negara asing, dan warga nonlokal di provinsi kaya mineral yang berbatasan dengan Afghanistan dan Iran itu.

Sayap media militer mengatakan serangan telah terjadi di beberapa lokasi termasuk ibu kota provinsi Quetta dan Gwadar.

"Delapan belas warga sipil yang tidak bersalah dan 15 personel keamanan tewas," kata sayap media militer (ISPR) dalam sebuah pernyataan. Jumlah korban tewas di antara para militan mencapai 92 orang.

Kelompok separatis Baloch sebelumnya telah menargetkan warga sipil yang diyakini telah berkolaborasi dengan badan-badan negara. Seorang pejabat militer senior di Islamabad mengatakan serangan itu 'terkoordinasi tetapi dieksekusi dengan buruk'.

Baca juga: PM Inggris Khawatir Putin Ada di Dewan Perdamaian Bentukan Trump

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, memuji pasukan keamanan karena 'menggagalkan' serangan tersebut.

"Kami akan melanjutkan perang melawan terorisme sampai benar-benar diberantas," katanya dalam sebuah pernyataan, di mana dia menuduh India mendukung kelompok separatis.

Para pejabat polisi di empat distrik sebelumnya mengatakan bahwa serangan tersebut belum sepenuhnya terkendali. Di Quetta, ibu kota provinsi Balochistan, jurnalis AFP mendengar beberapa ledakan saat pengamanan ketat dikerahkan di seluruh kota.

Seorang pejabat senior di Quetta mengatakan kepada AFP bahwa militan telah menculik seorang wakil komisaris distrik. Seorang pejabat pemerintah senior di distrik lain mengatakan militan telah membebaskan setidaknya 30 narapidana dari penjara distrik, menyita senjata api dan amunisi. Mereka juga menyerang kantor polisi dan membawa amunisi bersama mereka.




(haf/imk)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Studi: Ini Maskapai dengan Air Minum Pesawat Paling Bersih dan Kotor
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Menkeu Purbaya Bakal Minta Traktir Prabowo Kalau Ekonomi RI Tembus 6%
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Iran Sebut Kerangka Perundingan dengan AS Mulai Terbentuk
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Link Live Streaming Proliga 2026: Megawati Hangestri Cs Hadapi Bandung BJB Tandamata, Gresik Phonska Siap Sapu Bersih Kemenangan
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Waspada, Angin Kencang Hantam Perairan Bali 2-5 Februari
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.