Ayatollah Ali Khamenei: Serangan AS ke Iran Akan Picu Perang Regional

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Teheran: Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan bahwa setiap serangan militer oleh Amerika Serikat terhadap Iran akan memicu “perang regional” di Timur Tengah.

Dikutip dari NPR, Minggu, 1 Februari 2026, pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Republik Islam tersebut.

Peringatan dari Khamenei, yang kini berusia 86 tahun, menjadi ancaman paling tegas yang ia sampaikan sejauh ini. Ketegangan meningkat seiring kehadiran kapal induk USS Abraham Lincoln beserta armada perang Amerika lainnya di Laut Arab, yang dikerahkan atas perintah Trump setelah tindakan keras pemerintah Iran terhadap gelombang protes nasional berdarah.

Hingga kini belum jelas apakah Trump akan benar-benar menggunakan kekuatan militer. Presiden AS berulang kali menyatakan bahwa Iran ingin bernegosiasi, sembari menekankan isu program nuklir Teheran sebagai salah satu agenda utama yang ingin ia selesaikan.

Namun, Khamenei justru memperkeras sikap pemerintah terhadap aksi unjuk rasa di dalam negeri. Ia menyebut gelombang protes nasional sebagai sebuah “kudeta”, di tengah laporan bahwa puluhan ribu orang telah ditahan sejak demonstrasi dimulai.

Di Iran, tuduhan makar dapat berujung pada hukuman mati, yang kembali memicu kekhawatiran internasional mengenai kemungkinan eksekusi massal terhadap para demonstran.

Iran juga dijadwalkan menggelar latihan militer dengan tembakan langsung pada Minggu dan Senin di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi lintasan sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Latihan Militer Iran Militer AS melalui Komando Pusat CENTCOM telah memperingatkan agar latihan tersebut tidak mengancam kapal atau pesawat Amerika serta tidak mengganggu lalu lintas komersial.

Televisi pemerintah Iran melaporkan pernyataan Khamenei secara daring sebelum menayangkan rekaman pidatonya. “Orang-orang Amerika harus tahu bahwa jika mereka memulai perang, kali ini akan menjadi perang regional,” kata Khamenei.

Ia menambahkan, “Kami bukan pihak yang memulai dan tidak berniat menyerang negara mana pun. Namun bangsa Iran akan memberikan pukulan keras kepada siapa pun yang menyerang atau mengganggunya.”

Khamenei juga menegaskan kembali pandangannya terhadap demonstrasi yang awalnya ia akui dipicu oleh keluhan ekonomi. Aksi protes tersebut dimulai pada 28 Desember, dipicu oleh anjloknya nilai mata uang rial Iran, sebelum berkembang menjadi tantangan langsung terhadap kepemimpinannya.

“Hasutan terbaru ini serupa dengan kudeta. Tentu saja, kudeta itu telah dipatahkan,” ujar Khamenei. Ia menuduh para pengunjuk rasa menargetkan pusat-pusat vital negara, termasuk kantor polisi, fasilitas pemerintah, markas Garda Revolusi, bank, dan masjid, serta membakar salinan Al-Qur’an.

Baca juga:  Iran Tegaskan Bisa Melindungi Diri Sendiri Tanpa Senjata Nuklir


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hasil Pertemuan John Herdman dan Alex Zwiers dengan I.League: Perkuat Timnas Indonesia dan Liga, Selaraskan Jadwal, Bahas Musim Depan
• 11 jam lalubola.com
thumb
Daftar Tanggal Merah Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Februari 2026, Ada Long Weekend
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Akhir Januari 2026, Pemerintah Perkuat Fondasi Pembangunan Nasional
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Prakiraan Cuaca 2 Februari: Bibit Siklon 98P Menguat di Utara Australia, 12 Wilayah Siaga Hujan Sangat Lebat
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Jawara Bertahan Tumbang, SDN Nglarang & Muhammadiyah Sapen Juara MLSC Yogyakarta
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.