Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mempercepat pengembangan jaringan gas (jargas) rumah tangga di Batam. Perseroan menargetkan penambahan 10.000 sambungan baru sepanjang 2026.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi transisi menuju energi bersih sekaligus upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.
Percepatan pengembangan jargas juga sejalan dengan arahan Danantara kepada PGN untuk memfokuskan bisnis pada sektor midstream dan downstream gas. Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria sebelumnya menegaskan bahwa anak usaha PT Pertamina (Persero) itu akan memulai pipanisasi jargas rumah tangga mulai tahun ini.
Direktur Komersial PGN Aldiansyah Idham menyampaikan bahwa PGN berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam penyediaan energi yang lebih bersih, aman, dan terjangkau bagi masyarakat.
“Setelah implementasi di Batam berjalan dan dilakukan evaluasi, PGN akan melanjutkan pengembangan jargas di kota-kota lainnya dengan mempertimbangkan kesiapan suplai, infrastruktur, serta kebutuhan pasar,” ujar Aldiansyah, yang akrab disapa Aldi, melalui keterangan resmi, Minggu (1/2/2026).
Hingga akhir Desember 2025, jumlah pelanggan jargas rumah tangga di Batam tercatat mencapai 8.829 pelanggan. Pada 2026, PGN menargetkan penambahan 10.000 sambungan rumah (SR) melalui perluasan jaringan di tiga kecamatan, yakni Batu Aji, Sagulung, dan Batam Kota.
Baca Juga
- PGN Saka Catat Kinerja WK Pangkah Lampaui Target
- PEMA dan PGN Sepakat Percepat Hilirisasi Gas di Aceh
- PGN (PGAS) Gandeng REI Perkuat Pengembangan Infrastruktur Jargas
Aldi menuturkan, pembangunan jargas tersebut direncanakan dimulai pada Maret 2026 dan akan dilaksanakan secara bertahap.
Pengembangan jargas di Batam merupakan bagian dari rencana belanja modal (capital expenditure/capex) PGN sebesar US$353 juta pada 2026. Dari total capex tersebut, sekitar 62% dialokasikan untuk penguatan sektor midstream, downstream, dan lini bisnis lainnya.
“Kami berharap pengembangan jargas ini tidak hanya meningkatkan akses masyarakat terhadap energi bersih, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi serta mendukung percepatan transisi energi nasional,” kata Aldi.
Sebelumnya, PGN mendapatkan arahan dari Danantara untuk memfokuskan pengembangan bisnis pada sektor midstream dan downstream. COO Danantara Dony Oskaria menegaskan bahwa BUMN akan diarahkan untuk mendukung tiga fokus utama pemerintah dalam program strategis nasional.
Adapun tiga fokus tersebut meliputi ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan sumber daya manusia.
“BUMN akan mendukung realisasi tiga fokus utama pemerintah dalam program strategis. Di sektor energi, seperti PGN, akan bergerak di bisnis midstream dan downstream, bukan upstream lagi,” ujar Dony, dikutip Kamis (29/1/2026).
Dony menambahkan, untuk meningkatkan ketahanan energi nasional, khususnya dalam menekan impor dan subsidi LPG, PGN akan terus didorong mengembangkan program jaringan gas rumah tangga.
Sebagai tahap awal, pembangunan jaringan gas kota akan dilakukan di Batam dan selanjutnya diperluas ke empat kota lainnya.
“Uji coba pembangunan jaringan gas rumah tangga dilakukan di Batam. Setelah itu akan berlanjut ke empat kota lainnya,” katanya.
Selama ini, PGN secara konsisten membangun dan mengelola jaringan gas rumah tangga di berbagai daerah. Hingga 2025, jargas PGN telah menjangkau lebih dari 821.000 rumah tangga yang tersebar di 18 provinsi serta 74 kota dan kabupaten.
Selain itu, PGN juga mengoperasikan jaringan pipa transmisi dan distribusi gas bumi dengan total panjang lebih dari 33.500 kilometer, sekitar 19.700 kilometer di antaranya merupakan pipa jaringan gas rumah tangga.



