Satelit Menangkap Aktivitas Baru di Fasilitas Nuklir Iran

erabaru.net
16 jam lalu
Cover Berita

Situasi di Iran belakangan ini tidak stabil. Di satu sisi, protes di dalam negeri terus ditindas, sementara di sisi lain, citra satelit menunjukkan adanya pergerakan baru di dua fasilitas nuklir sensitif Iran.

EtIndonesia. Kantor berita Associated Press (AP) melaporkan pada Jumat (30 Januari) bahwa lokasi yang terdeteksi aktivitas tersebut bukanlah pabrik biasa, melainkan dua target utama yang tahun lalu diserang bersama oleh Amerika Serikat dan Israel—Isfahan dan Natanz. Berdasarkan citra satelit terbaru, kedua fasilitas nuklir ini kini tampak dipasangi atap baru, yang segera menarik perhatian komunitas internasional dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Gambar-gambar tersebut disediakan oleh perusahaan Amerika, Planet Labs PBC. Ini merupakan pertama kalinya sejak gelombang serangan udara selama 12 hari pada Juni tahun lalu, terlihat tanda-tanda perbaikan di kedua fasilitas nuklir tersebut.

Apa Fungsi Atap Baru Ini?

Para pakar menilai bahwa pembangunan atap tersebut kemungkinan bukan sekadar perbaikan biasa, melainkan upaya untuk menutup pandangan pihak luar, sehingga memungkinkan pengambilan kembali material nuklir penting di dalamnya—seperti uranium yang diperkaya tinggi. Iran diduga berusaha memindahkan material tersebut secara diam-diam tanpa terdeteksi.

Saat ini, IAEA tidak memiliki akses ke fasilitas-fasilitas tersebut dan hanya dapat memantau dari jarak jauh melalui citra satelit. Hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan penjelasan apa pun.

Peran Dua Fasilitas Nuklir Utama

Fasilitas Natanz merupakan pusat utama pengayaan uranium Iran, menggunakan sentrifugal paling canggih untuk memperkaya uranium hingga tingkat 60 persen—hanya selangkah lagi menuju kemampuan pembuatan senjata nuklir. Setelah dibom, diyakini masih ada sebagian material yang tertinggal di lokasi.

Sementara itu, fasilitas nuklir Isfahan berperan menyediakan gas uranium yang dibutuhkan untuk pengoperasian sentrifugal, sehingga menjadi bagian yang sangat krusial dalam program nuklir Iran.

Pada Juni tahun lalu, Israel terlebih dahulu menyerang kedua fasilitas tersebut, kemudian disusul oleh Amerika Serikat yang menggunakan rudal jelajah Tomahawk serta bom penghancur bunker. Saat itu, Gedung Putih menyatakan bahwa serangan tersebut secara efektif melemahkan program nuklir Iran, namun sejauh mana kerusakannya tidak pernah diungkapkan secara rinci.

Kini, pemasangan atap baru tersebut dicurigai bertujuan untuk menutupi proses penyelamatan dan pemindahan material nuklir di lokasi. Di area pegunungan di sekitar Natanz, Iran juga terlihat menggali terowongan baru, yang diduga sebagai persiapan pembangunan fasilitas nuklir bawah tanah generasi berikutnya.

Citra satelit juga menunjukkan bahwa bangunan lain di kompleks Isfahan telah dipasangi atap baru. Beberapa terowongan di kawasan pegunungan sekitarnya tampak ditutup, sementara yang lain diperkuat dengan dinding baru—mengindikasikan peningkatan perlindungan terhadap serangan udara dan bom.

Laporan tersebut menambahkan bahwa bukan hanya dua fasilitas nuklir itu yang tengah dibangun kembali. Basis militer Parchin di tenggara Teheran juga sedang direkonstruksi, khususnya gedung “Taleghan 2” yang dihancurkan oleh Israel pada Oktober tahun lalu, kini sedang diperbaiki dan diperluas.

Gedung tersebut dilaporkan menampung ruang uji bahan peledak berkekuatan tinggi dan sistem sinar-X, yang digunakan untuk menguji proses pemampatan inti uranium—langkah paling krusial dalam pembuatan senjata nuklir.

Citra satelit terbaru menunjukkan bahwa pembangunan kembali di lokasi itu tidak hanya berlanjut, tetapi juga disertai pemasangan wadah bertekanan besar yang baru. Para pakar menilai hal ini kemungkinan dimaksudkan untuk melanjutkan uji coba bahan peledak berkekuatan tinggi.

Fasilitas nuklir dan rudal Iran tidak hanya dipulihkan, tetapi juga ditingkatkan secara diam-diam. Sementara itu, komunitas internasional saat ini tidak dapat melihat secara jelas keseluruhan perkembangan tersebut.

Apakah Iran sedang membangun kembali fasilitas nuklirnya secara rahasia? Dan apakah Amerika Serikat akan mengambil langkah tegas berikutnya?  (Hui)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bursa Asia Melemah, Pasar Soroti Data Inflasi Jepang
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Megawati Disambut Menteri Negara UEA di Abu Dhabi, Bincang soal Bung Karno
• 11 jam laludetik.com
thumb
1.500 Detik, Antara Hidup dan Mati di Kawasan Rawan Longsor Cisarua
• 18 jam lalukompas.id
thumb
Wayan Koster Kecewa Pelaku Usaha Tak Tertib Soal Perda Aksara Bali
• 28 menit lalugenpi.co
thumb
Anjaliekhan Dampingi Ibu Pengolah Kepiting Menuju Pengakuan Kerja Formal
• 13 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.