Bisnis.com, JAKARTA – Penjabat sementara alias Pjs Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari ungkap alasan Danantara Indonesia hadir dalam dialog yang digelar OJK di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Minggu (1/2/2026).
Kiki, sapaan akrabnya, mengungkapkan, kehadiran Danantara dalam dialog hari ini merupakan undangan langsung dari OJK. Mengingat, Danantara merupakan anchor investor atau investor jangkar dan juga stakeholder OJK.
“Kita undang dong. Kan dia [Danantara Indonesia] anchor investor, terus kemudian Pak Rosan juga stakeholder kita,” kata Kiki usai menghadiri dialog di Kantor BEI, Minggu (1/2/2026).
Untuk diketahui, OJK menggelar Dialog Pasar Modal di Main Hall BEI hari ini, Minggu (1/2/2026). Dialog itu menghadirkan Danantara Indonesia yang diwakili oleh CEO Danantara Rosan P. Roeslani dan CIO Danantara Pandu Sjahrir serta Self-Regulatory Organization (SRO).
Dalam dialog tersebut, Kiki mengungkapkan 8 aksi reformasi guna menyikapi kondisi market saat ini. Kiki mengatakan, OJK bersama dengan pemerintah dan pemangku kebijakan terkait berkomitmen untuk terus memperkuat reformasi struktural pasar modal Indonesia.
“Kami berharap pasar modal Indonesia semakin kredibel dan investable sehingga memberikan dukungan optimal bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga
- OJK Naikan Free Float Jadi 15%, Emiten Bisa Rights Issue hingga Divestasi
- Friderica Ungkap Kronologi Jadi Plt Ketua-Wakil OJK
- OJK Dorong BEI Go Public, Singgung Transparansi dan Efisiensi Pasar Modal
Adapun 8 rencana aksi itu antara lain kebijakan baru free float, transparansi ultimate benefit ownership, penguatan data kepemilikan saham, demutualisasi bursa efek, penegakan peraturan dan sanksi, tata kelola emiten, pendalaman pasar secara terintegrasi, dan kolaborasi & sinergi dengan stakeholders.
Terkait kolaborasi & sinergi dengan stakeholders, Kiki mengharapkan agar kolaborasi OJK dengan semua pemangku kepentingan dapat terus diperkuat guna melanjutkan reformasi secara berkesinambungan di pasar modal.
“Itu adalah 8 aksi yang kita komit, OJK komit, untuk melakukan 8 langkah strategis reformasi struktural reformasi integritas di sektor pasar modal Indonesia,” pungkasnya.





