Iran dan Amerika Serikat (AS) terlibat negosiasi di tengah hubungan yang memanas. Meski demikian, rencana masa depan dari negosiasi itu masih dirahasiakan.
Dilansir AFP dan Anadolu Agency, Minggu (1/2/2026), pejabat keamanan tertinggi Iran mengatakan ada kemajuan yang dicapai dalam negosiasi dengan AS. Kepala angkatan darat Republik Islam memperingatkan AS agar tidak melancarkan serangan militer apa pun.
"Bertentangan dengan pemberitaan media yang dibuat-buat, pengaturan struktural untuk negosiasi sedang berjalan," kata Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan konflik yang lebih luas akan merugikan Iran dan AS. Pezeshkian menegaskan Iran tak pernah ingin berperang.
"Republik Islam Iran tidak pernah menginginkan, dan sama sekali tidak menginginkan, perang dan sangat yakin bahwa perang tidak akan menguntungkan Iran, Amerika Serikat, maupun kawasan ini," katanya dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Mesir Abdel Fattah al-Sisi pada Sabtu (31/1).
(haf/haf)




/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F02%2F02%2F98764d32cbe6e887d307c761ad87aa80-1002009713.jpg)
