Ramadan MBG Tetap Jalan, Anggota DPD RI: Bukan Cuma Soal Distribusi, Perhatikan Kualitas Gizi

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota DPD RI Fahira Idris menyoroti soal program makan bergizi gratis (MBG) yang akan tetap berjalan saat Ramadan.

Senator asal Jakarta ini menegaskan bahwa menu MBG jangan cuma pikirkan soal ketahanan makanan, tapi juga kualitas gizinya.

“Program MBG saat Ramadan harus tetap diposisikan sebagai program pemenuhan gizi, bukan sekadar distribusi makanan tahan lama. Kualitas gizi harus menjadi prioritas, meskipun ada penyesuaian menu dan waktu konsumsi,” ujar Fahira Idris, dikutip Minggu (1/2/2026).

Ia pun meminta supaya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Badan Gizi Nasional (BGN) memperhatikan enam hal ini supaya tujuan utama MBG yakni memberi makanan bergizi tetap tercapai.

Pertama, Fahira mengatakan MBG Ramadan harus berorientasi pada kualitas. Protein hingga mikronutrien penting harus benar-benar dipikirkan. 

Selain itu, gula, garam, makanan ultra-olahan harus benar-benar dibatasi. 

Kedua, ia juga memberikan pesan tegas kepada SPPG yang memiliki peran krusial dalam pelaksanaan MBG.

"Saat Ramadan, peran mereka menjadi semakin krusial agar menghilangkan semua potensi risiko. Karena itu, penguatan pengawasan, kapasitas SDM, serta disiplin sanitasi di SPPG harus menjadi perhatian utama,” ujarnya menegaskan.

Aktivis perlindungan anak ini kemudian menyoroti perlunya petunjuk teknis (juknis) nasional sebagai acuan tunggal pelaksanaan MBG. Jangan sampai ada perbedaan kualitas makanan selama Ramadan.

Selanjutnya, Fahira menegaskan setiap anak di Indonesia memiliki hak mengkonsumsi menu MBG yang sama baiknya dan berkualitas.

“Fleksibilitas lokal boleh ada, tetapi standar gizi dan keamanan pangan harus tetap sama. Keseteraan mutu antar wilayah harus dijaga,” kata dia.

Rekomendasi selanjutnya, ia menegaskan bahwa hal utama yang harus diperhatikan adalah keamanan pangan supaya tak terjadi keracunan.

Pengawasan distribusi makanan harus dilakukan secara ketat supaya makanan tetap terjaga kesegarannya.

Terakhir, Fahira mengatakan bahwa MBG Ramadan harus menjadi momentum edukasi dan evaluasi. 

Pada akhir Ramadan, MBG harus dijadikan titik evaluasi nasional terkait kinerja SPPG, sesuai tidaknya dengan juknis, standar menu yang sama se-Indonesia, hingga tingkat pengawasan keamanan pangan. (iwh)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kadin Jateng Perkuat Ekosistem UMKM untuk Tembus Pasar Ekspor
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Prinsip Keberlanjutan, Penanaman Bibit Mangrove Dilakukan di Kawasan Konservasi PIK
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Merlina Sutanto Resmi Dilantik Sebagai Ketua PERWANTI Sulawesi Selatan Periode 2025-2029
• 15 jam laluterkini.id
thumb
Sepekan Diterjang Bencana, BNPB Catat Longsor hingga Karhutla di Berbagai Wilayah Indonesia
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Kronologi Amanda Manopo Sedih Usai Calon Bayinya Dihujat Anak Haram, Curhatannya Jadi Sorotan
• 9 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.