JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menyatakan serius untuk memperbaiki tata kelola sumber daya alam.
Pernyataan Prabowo tersebut disampaikan dalam pertemuannya dengan sejumlah tokoh pada Jumat, 30 Januari 2026 di Kertanegara.
Demikian Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2015 Abraham Samad mengungkapkan dalam program Kompas Petang di Kompas TV, Minggu (1/2/2026).
“Presiden menyampaikan bahwa pemerintahan ini serius ya, serius memperbaiki tata kelola sumber daya alam,” kata Abraham Samad.
Baca Juga: Pengamat: PSI Harus Mengkapitalisasi Jokowi jika Ingin Menangkan Pemilu di Masa Mendatang
Oleh karena itu, kata Abraham, Prabowo menegaskan akan terus membongkar korupsi di sektor sumber daya alam. “Seperti gitu ya penyampaiannya,” ujar dia.
Menanggapi pernyataan Prabowo, Abraham Samad menceritakan bahwa dirinya pernah membentuk gerakan nasional penyelamatan sumber daya alam saat menjabat sebagai Ketua KPK. Saat itu, kata Abraham, institusi lain yang juga terlibat dalam gerakan tersebut adalah Polri dan Kejaksaan Agung.
“Kita menandatangani deklarasi penyelamatan sumber daya alam bersama Panglima pada saat itu Pak Moeldoko, Kapolrinya Pak Timur Pradopo, Jaksa Agungnya Pak Basrief Arief, dan saya sendiri Ketua KPK,” kata Abraham.
Baca Juga: Purbaya Sebut Pembentukan BUMN Baru Lebih Menguntungkan Ketimbang Investasi Obligasi
“Kita keliling ke wilayah-wilayah yang sumber daya alamnya kuat. Memang pada saat itu dari hasil dari deklarasi itu ya, dari hasil diskusi dengan para petinggi baik TNI maupun Polri, akhirnya kita menyepakati pada saat itu mungkin penting dibuat semacam seperti yang sekarang dibuat Pak Prabowo. Tapi pada saat itu kita sudah sampaikan ke Presiden SBY, tapi keburu saya dikriminalisasi. Keluar dari KPK, jadi saya nggak tahu kelanjutan dari program itu.”
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- prabowo subianto
- abraham samad
- tata kelola sda
- korupsi tata kelola sda
- pertemuan prabowo dengan tokoh



