PBNU: Saifullah Yusuf Masih Sekjen

kompas.com
16 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan bahwa Saifullah Yusuf masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PBNU.

Penegasan itu merujuk pada hasil Rapat Pleno PBNU yang digelar pada Kamis (29/1/2026).

Ketua PBNU Bidang Pendidikan Moh Mukri mengatakan, rapat pleno secara tegas memutuskan pemulihan struktur kepengurusan PBNU sebagaimana hasil muktamar yang sah.

Baca juga: Gus Ulil Ungkap Alasan Saifullah Yusuf Dirotasi dari Jabatan Sekjen PBNU

“Jelas dan tegas disampaikan: dipulihkan kembali komposisi kepengurusan PBNU. Poin kedua,” kata Prof Mukri kepada Kompas.com, Minggu (1/2/2026).

Dalam risalah Rapat Pleno PBNU yang diterima Kompas.com, disebutkan bahwa PBNU memutuskan memulihkan komposisi kepengurusan sebagaimana hasil Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama, yang telah diperbarui beberapa kali, terakhir melalui Surat Keputusan PBNU Nomor 2546/PB.01/A.II.01.01/99/10/2024 tentang reposisi dan pergantian pengurus antar waktu sisa masa khidmat 2022–2027.

Baca juga: Saifullah Yusuf Tak Lagi Menjabat Sekjen PBNU, Diganti Amin Said Husni

Risalah rapat tersebut juga menegaskan peninjauan kembali seluruh surat keputusan PBNU yang diterbitkan tanpa tanda tangan lengkap unsur pimpinan, yakni Rais Aam, Katib Aam, Ketua Umum, dan Sekretaris Jenderal.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dalam struktur kepengurusan hasil muktamar tersebut, posisi Sekretaris Jenderal masih dipegang oleh Saifullah Yusuf yang kini menjabat sebagai Menteri Sosial.

Selain menegaskan struktur kepengurusan, Rapat Pleno PBNU juga memutuskan perbaikan tata kelola organisasi, keuangan, dan sumber daya PBNU agar berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas, serta mempersiapkan pelaksanaan Munas dan Konbes NU 2026 serta Muktamar ke-35 NU.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Habiburokhman: Narasi Polri di Bawah Kementerian Lemahkan Presiden Prabowo
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Prasmul Gandeng Pemkab Tangerang Kembangkan Kawasan Ekonomi Kreatif di 12 Desa
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
Studi: Kebiasaan Begadang Beri Risiko Penyakit Jantung Lebih Tinggi
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Terungkap! Bhabinkamtibmas Tak Pukul Penjual Es Jadul, Ini Hasil Pemeriksaan Polisi
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Profil dan Rekam Jejak Jeffrey Hendrik, Kandidat Kuat Dirut BEI Pengganti Iman Rachman
• 15 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.