Publik sempat dibuat geger dengan angka gugatan yang fantastis, yakni mencapai Rp 7 miliar. Tudingan bahwa Ressa hanya mengejar harta pun sempat mencuat di kalangan netizen.
Namun, selebgram Lisa Mariana, membongkar fakta memilukan di balik nekatnya Ressa menempuh jalur hukum. Lewat unggahan Instagramnya, Lisa menegaskan bahwa motif Ressa bukanlah materi, melainkan kerinduan mendalam akan sosok ibu.
Melalui unggahannya, Lisa menceritakan hasil percakapannya dari hati ke hati dengan Ressa. Ia menyebut pemuda tersebut tidak menuntut hal yang muluk-muluk dari putri Emilia Contessa tersebut.
"Dari waktu kemarin kami ngobrol, Ressa ga menuntut macem-macem. Benar-benar hanya ingin dianggap dan diberi kasih Mbak Den (Denada)," tulis Lisa Mariana dikutip Grid.ID, Minggu (1/2/2026).
"Semoga pintu hatimu terketuk yaa," lanjutnya.
Lebih lanjut, Lisa mengungkap kondisi psikis Ressa yang memprihatinkan. Akibat kebingungan mendalam mengenai asal-usul dan identitasnya selama bertahun-tahun, Ressa disebut mengalami trauma hebat. Saking sakitnya trauma yang ditanggung, Ressa bahkan melupakan detail paling dasar sebagai seorang manusia.
"Guys bahkan dia sendiri ga ingat dia lahir tahun berapa, sesedih dan sesakit itu," tulis Lisa
Sebagai informasi, nama Ressa Rizky Rosano mencuat setelah melayangkan gugatan dugaan perbuatan melawan hukum terkait pengakuan anak ke Pengadilan Negeri Banyuwangi.Ressa mengaku selama ini dibesarkan di lingkungan keluarga besar Denada di Banyuwangi.
Namun, identitas ibu kandungnya seolah disembunyikan rapat-rapat. Yang membuat pilu, selama berinteraksi dengan Denada di masa lalu, Ressa mengaku hanya diperbolehkan memanggil sang penyanyi dengan sebutan "Mbak".
Terkait isu nominal Rp 7 miliar yang menjadi perbincangan panas, kuasa hukum Ressa, Andika Meigista Cahya, langsung pasang badan. Andika menepis mentah-mentah anggapan bahwa kliennya datang untuk memiskinkan Denada.
"Terkait angka Rp 7 miliar, itu hanyalah persyaratan formil dalam sebuah gugatan perdata," jelas Andika dalam wawancara virtualnya baru-baru ini.
Pihak kuasa hukum menegaskan bahwa fokus utama Ressa adalah pengakuan. Mereka juga menekankan bahwa Ressa ingin mendengar pengakuan itu langsung dari mulut Denada, bukan lewat perantara hukum.
"Ya, pengakuan ini kan nggak hanya cukup di lisan saja (lewat pengacara), kami kan sedang memperjuangkan hak klien kami," tegas Andika.(*)
Artikel Asli


