Makan larut malam telah jadi kebiasaan banyak orang. Aktivitas yang padat atau sekadar keinginan untuk ngemil sering kali bikin kita baru merasa lapar saat malam hari.
Saat rasa lapar datang, mungkin ada beberapa orang yang memilih menahan diri, tapi tak sedikit pula yang memutuskan untuk tetap makan.
Dikutip dari Food NDTV, para ahli kesehatan memperingatkan bahwa makan malam terlalu larut, terutama setelah pukul 21.00, dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi kesehatan. Mulai dari gangguan tidur, kenaikan berat badan, hingga peningkatan risiko penyakit jantung.
Meski makan malam larut tidak selalu berdampak buruk jika hanya dilakukan sesekali. Namun, jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus, dampaknya bisa terasa pada kesehatan tubuh.
Jadi, kapan waktu makan malam yang ideal?
Para ahli kesehatan menyarankan waktu makan malam terbaik adalah antara pukul 18.00 hingga 20.00. Rentang waktu ini memberi tubuh cukup waktu untuk mencerna makanan sebelum tidur, membantu menjaga kesehatan metabolisme, meningkatkan pencernaan, dan mengurangi risiko komplikasi kesehatan jangka panjang.
Selain itu, berusaha makan lebih awal juga bisa membantu menjaga gaya hidup yang lebih sehat. Lalu, apa saja sih dampak makan malam terlalu larut bagi kesehatan? Simak selengkapnya berikut ini.
1. Gangguan TidurYa, makan larut malam bisa berdampak besar pada kualitas tidur. Studi menunjukkan, orang yang makan lebih larut cenderung tidur lebih malam, sehingga siklus tidur menjadi terganggu. Selain itu, makanan yang dikonsumsi sebelum tidur juga bisa membuat perut tidak nyaman, yang akhirnya memicu mimpi lebih intens atau bahkan terasa aneh.
Sebuah studi tahun 2015 oleh dua psikolog Kanada menemukan bahwa mahasiswa yang sering ngemil larut malam lebih mungkin mengalami mimpi yang tidak biasa. Hal ini bisa disebabkan oleh tubuh yang masih bekerja mencerna makanan saat sedang beristirahat.
Selain itu, Namni Goel, profesor riset di Perelman School of Medicine, University of Pennsylvania, menjelaskan bahwa makan terlalu larut dapat memengaruhi berat badan, energi, dan hormon dalam tubuh.
“Makan lebih larut dapat memicu profil negatif pada berat badan, energi, dan penanda hormon, seperti kadar glukosa dan insulin yang lebih tinggi, yang terkait dengan diabetes, serta kolesterol dan trigliserida yang berhubungan dengan masalah kardiovaskular dan kondisi kesehatan lainnya,” kata Goel, seperti dikutip dari Food NDTV, Minggu (1/2).
2. Meningkatkan Risiko Kenaikan Berat BadanMakan malam lebih awal bermanfaat untuk pencernaan sekaligus membantu menjaga berat badan. Ahli gizi Dr. Rupali Dutta, mengatakan bahwa waktu makan berperan penting dalam mengontrol berat badan.
Karena metabolisme melambat pada malam hari, makanan yang dikonsumsi larut malam lebih mudah diubah menjadi lemak, yang pada akhirnya menyebabkan kenaikan berat badan.
“Tubuh kita mengikuti pergerakan matahari. Semakin larut kita makan, semakin besar kemungkinan makanan tetap berada di usus dan memengaruhi pencernaan. Jika makan malam lebih awal, kita merasa kenyang lebih cepat dan tubuh memanfaatkan makanan dengan lebih baik. Kalori yang tidak terpakai akan disimpan sebagai lemak,” katanya.
3. Pencernaan Buruk dan Perut KembungMakan larut malam sering kali diikuti dengan tidur tak lama setelahnya. Akibatnya, tubuh tidak punya cukup waktu untuk mencerna makanan dengan baik. Hal ini bisa memicu asam lambung naik, perut terasa kembung, hingga gangguan pencernaan lainnya.
Padahal, tubuh bekerja paling optimal ketika ada jeda yang cukup antara waktu makan dan tidur. Dengan mengatur waktu makan lebih awal, proses pencernaan bisa berjalan lebih lancar dan makanan dapat diolah tubuh secara efisien.
4. Risiko Penyakit Jantung dan Hipertensi Lebih TinggiWaktu makan juga berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung. Ahli gizi Meher Rajput mengingatkan bahwa makan malam terlalu larut bisa sangat berisiko, terutama bagi orang dengan diabetes, gangguan tiroid, PCOD, dan penyakit jantung.
Ia menjelaskan bahwa banyak orang terbiasa mengonsumsi makanan tinggi garam saat makan malam, seperti sayuran, daging, atau makanan olahan.
“Sebagai orang India, kami terbiasa mengonsumsi makanan tinggi natrium saat makan malam. Dari dal dan papad hingga sayuran dan daging, makanan kami sering mengandung garam tinggi. Mengonsumsi makanan asin larut malam dapat menyebabkan retensi air dan kembung, tetapi yang lebih penting, meningkatkan risiko tekanan darah tinggi,” kata dia.
Selain itu, makan terlalu larut juga dapat mengganggu jam biologis tubuh. Gangguan ini dikaitkan dengan tekanan darah yang lebih tinggi dan kadar gula darah puasa yang meningkat, yang pada akhirnya bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F02%2F01%2Fabb33771372ab656e0e8a31f9c4d0b65-IMG_8203.jpeg)


