MAKASSAR, KOMPAS—Belasan rumah warga dan dua mobil rusak tertimpa pohon akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, sepanjang Minggu (1/2/2026). Beberapa warga juga terluka akibat tertimpa pohon dan bangunan.
Dalam data yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, peristiwa pohon tumbang terjadi di setidaknya 14 titik. Total, ada 19 rumah dan dua kendaraan roda empat rusak akibat tertimpa pohon.
“Selain kerusakan bangunan dan kendaraan, pohon tumbang juga menyebabkan gangguan fasilitas umum,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar HM Fadli Tahar, Minggu sore.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Makassar bersama dinas terkait melakukan respons kedaruratan di seluruh lokasi terdampak. BPBD Kota Makassar melakukan asesmen lapangan untuk memastikan tingkat kerusakan, melihat kebutuhan mendesak masyarakat, serta dampak yang ditimbulkan.
”Berdasarkan hasil asesmen tersebut, BPBD menyalurkan bantuan kedaruratan serta bahan rekonstruksi dan rehabilitasi kepada warga terdampak,” kata Fadli.
Pohon tumbang di antaranya terjadi di Jalan Paccerakkang, Jalan Andi Paturungi, Jalan Sipala, Jalan Baji Gau (Asrama Kodam), Jalan Andi Mappaodang (Asrama Perwira), Jalan Inspeksi Kanal, Jalan Sabutung, dan Jalan Pelita Raya 6.
Sepanjang Minggu pagi hingga sore, hujan disertai angin kencang memang terjadi di Makassar. Selain kerusakan bangunan, pohon tumbang juga menyebabkan listrik padam lantaran pohon menimpa tiang dan kabel listrik.
“Saya sudah melapor ke pengaduan PLN tapi sampai sekarang belum ada petugas yang datang. Listrik padam sejak siang tadi saat hujan dan angin kencang yang menyebabkan tiang listrik tertimpa pohon,” kata M As’ad, warga Kelurahan Buakana, Makassar.
Terkait kondisi cuaca di Sulsel, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini untuk tiga hari ke depan. Sejumlah wilayah diprediksi akan mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang.
Potensi cuaca ekstrem di antaranya terjadi di 16 kabupaten/kota yakni Kota Makassar dan Kota Parepare, serta Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Selayar, Maros, Pangkajene Kepulauan, dan Barru. Selain itu, Kabupaten Pinrang, Tana Toraja, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur.
Sejumlah wilayah seperti Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Maros, Pangkep, dan Barru bahkan diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sangat lebat pada Rabu (4/2/2026). Hal ini berpotensi memicu banjir, pohon tumbang, hingga longsor. Karena itu, BMKG mengingatkan warga untuk waspada dan menghindari bepergian terutama ke daerah rawan banjir dan longsor.




