Gresik (ANTARA) - Tim putri Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia memenuhi target menyapu bersih dua laga kandang dengan mengalahkan Medan Falcons 3-0 (25-17, 25-22, 25-16) pada pekan pertama putaran kedua Proliga 2026 di Gresik, Minggu malam.
Pada laga sebelumnya, Kamis (29/1), Mediol Stiovany Yoku dkk menundukkan Jakarta Livin’ Mandiri dengan skor tipis 3-2 dan memastikan sebagai satu-satunya tim yang tidak terkalahkan sepanjang putaran pertama.
Gresik Phonska memperpanjang catatan belum terkalahkan menjadi tujuh laga setelah hari ini meredam perlawanan Medan Falcons, tim pendatang baru yang hingga awal putaran kedua belum juga merasakan kemenangan.
Baca juga: Bhayangkara Presisi selangkah lagi ke final four usai bekuk Samator
Baca juga: Pertamina Enduro balas kekalahan dari bjb Tandamata
Gresik Phonska setidaknya tinggal membutuhkan dua kemenangan lagi dari lima laga tersisa yang akan dimainkan pada putaran kedua untuk mengamankan tiket empat besar.
Saat laga menghadapi Medan Falcons, pelatih Gresik Phonska Allesandro Lodi mengistirahatkan Oleksandra Bytsenko yang sedang sakit dan memainkan Putri Agustin sebagai outside hitter untuk membantu Anne Mitchem, Mediyoku, Shella Bernadetha, Geofanny Eka, dan Arneta Putri.
Dengan formasi tersebut, Gresik Phonska tampil dominan sejak set pertama dan menekan pertahanan lawan lewat variasi serangan yang menyulitkan.
Pelatih Medan Falcons Marcos Sugiyama mengatakan anak asuhnya bermain lebih baik dibanding saat kalah lawan Pertamina Enduro pada laga sebelumnya.
"Saya sudah bicara dengan pemain soal pertandingan ini, soal taktik dan strategi, juga membenahi kesalahan-kesalahan. Hasilnya bagus, cuma memang ada beberapa momen yang lepas dan kami kehilangan poin," kata Marcos.
Dia pun memberikan apresiasi kepada pemain-pemain muda Falcons yang tampil berani dan tidak canggung menghadapi lawan yang lebih senior.
"Coba lihat itu Khanza Putri yang usianya 15 tahun dan juga dari tim Gresik Phonska, tapi bisa tampil berani menghadapi timnya sendiri. Itu saya tidak habis pikir," tutur Marcos.
Sementara itu, Pelatih Gresik Phonska Allesandro Lodi menegaskan tujuh kemenangan beruntun tidak membuat timnya berpuas diri karena masih ada kelemahan dan kekurangan yang harus terus dibenahi.
"Tujuan kami ke final four dan itu harus dijalani satu laga ke laga selanjutnya. Kami harus terus fokus dan bermain lebih baik lagi di laga berikutnya," kata juru taktik asal Italia itu.
Baca juga: LavAni belum terbendung saat kembali tundukkan Medan Falcons
Baca juga: Popsivo buka peluang ke final four usai kandaskan Livin’ Mandiri
Pada laga sebelumnya, Kamis (29/1), Mediol Stiovany Yoku dkk menundukkan Jakarta Livin’ Mandiri dengan skor tipis 3-2 dan memastikan sebagai satu-satunya tim yang tidak terkalahkan sepanjang putaran pertama.
Gresik Phonska memperpanjang catatan belum terkalahkan menjadi tujuh laga setelah hari ini meredam perlawanan Medan Falcons, tim pendatang baru yang hingga awal putaran kedua belum juga merasakan kemenangan.
Baca juga: Bhayangkara Presisi selangkah lagi ke final four usai bekuk Samator
Baca juga: Pertamina Enduro balas kekalahan dari bjb Tandamata
Gresik Phonska setidaknya tinggal membutuhkan dua kemenangan lagi dari lima laga tersisa yang akan dimainkan pada putaran kedua untuk mengamankan tiket empat besar.
Saat laga menghadapi Medan Falcons, pelatih Gresik Phonska Allesandro Lodi mengistirahatkan Oleksandra Bytsenko yang sedang sakit dan memainkan Putri Agustin sebagai outside hitter untuk membantu Anne Mitchem, Mediyoku, Shella Bernadetha, Geofanny Eka, dan Arneta Putri.
Dengan formasi tersebut, Gresik Phonska tampil dominan sejak set pertama dan menekan pertahanan lawan lewat variasi serangan yang menyulitkan.
Pelatih Medan Falcons Marcos Sugiyama mengatakan anak asuhnya bermain lebih baik dibanding saat kalah lawan Pertamina Enduro pada laga sebelumnya.
"Saya sudah bicara dengan pemain soal pertandingan ini, soal taktik dan strategi, juga membenahi kesalahan-kesalahan. Hasilnya bagus, cuma memang ada beberapa momen yang lepas dan kami kehilangan poin," kata Marcos.
Dia pun memberikan apresiasi kepada pemain-pemain muda Falcons yang tampil berani dan tidak canggung menghadapi lawan yang lebih senior.
"Coba lihat itu Khanza Putri yang usianya 15 tahun dan juga dari tim Gresik Phonska, tapi bisa tampil berani menghadapi timnya sendiri. Itu saya tidak habis pikir," tutur Marcos.
Sementara itu, Pelatih Gresik Phonska Allesandro Lodi menegaskan tujuh kemenangan beruntun tidak membuat timnya berpuas diri karena masih ada kelemahan dan kekurangan yang harus terus dibenahi.
"Tujuan kami ke final four dan itu harus dijalani satu laga ke laga selanjutnya. Kami harus terus fokus dan bermain lebih baik lagi di laga berikutnya," kata juru taktik asal Italia itu.
Baca juga: LavAni belum terbendung saat kembali tundukkan Medan Falcons
Baca juga: Popsivo buka peluang ke final four usai kandaskan Livin’ Mandiri



