Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza Saat Gencatan Senjata Berlaku

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri RI mengecam keras gelombang serangan berulang Israel di Jalur Gaza, Palestina, pada Sabtu (31/1/2026).

Kemlu mengatakan, serangan tersebut adalah pelanggaran dari kesepakatan gencatan senjata.

“Indonesia mengecam keras serangan berulang Israel di Jalur Gaza, termasuk serangan terbaru pada 31 Januari 2026, yang menyasar kawasan sipil dan fasilitas publik. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlaku,” demikian keterangan tertulis melalui akun resmi X @Kemlu_RI, Minggu (1/2/2026).

Kemlu juga meminta Israel memenuhi kewajibannya dan menghormati kesepakatan tersebut.

Baca juga: Israel Serang Gaza Saat Gencatan Senjata Masih Berlaku, 32 Warga Palestina Tewas

“Pelanggaran sepihak tidak hanya memperburuk penderitaan warga sipil Gaza, tetapi juga merusak kepercayaan dan secara langsung menghambat upaya mewujudkan stabilitas dan penyelesaian politik yang berkelanjutan,” demikian keterangan Kemlu.

32 warga Palestina tewas 

Sebanyak 32 warga Palestina tewas akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza pada Sabtu (31/1/2026).

Informasi tersebut disampaikan oleh otoritas setempat di Gaza di tengah masih berlakunya gencatan senjata.

Badan pertahanan sipil Gaza yang dikelola Hamas menyebutkan bahwa perempuan dan anak-anak termasuk di antara korban jiwa.

Sementara itu, serangan udara dilaporkan terjadi di berbagai wilayah Jalur Gaza, termasuk di Khan Younis, Gaza bagian selatan.

Warga Palestina menggambarkan serangan tersebut paling intens sejak fase kedua gencatan senjata mulai berlaku awal bulan ini, yang dimediasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Oktober lalu.

Militer Israel membenarkan telah melancarkan serangan udara tersebut dan menyatakan bahwa langkah itu diambil sebagai respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Hamas.

Sejak gencatan senjata diberlakukan tahun lalu, Israel dan Hamas saling menuding telah melanggar kesepakatan tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan bahwa delapan pasukan teridentifikasi keluar dari infrastruktur teror bawah tanah di Rafah timur, wilayah Gaza tempat pasukan Israel dikerahkan.

IDF menyebutkan bersama Badan Keamanan Israel (ISA) mengaku telah menyerang gudang senjata, lokasi pembuatan senjata, serta dua lokasi peluncuran milik Hamas di Jalur Gaza bagian tengah.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Di sisi lain, Hamas mengecam keras serangan tersebut dan mendesak Amerika Serikat untuk segera mengambil tindakan.

Hamas menilai bahwa pelanggaran terus berulang tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah Israel terus melanjutkan perang genosida yang brutal terhadap Jalur Gaza.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tak Terima, Iran Cap Balik Militer Eropa sebagai Kelompok Teroris
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Rekap Hasil Final Thailand Masters 2026: Wakil Indonesia Dominan, Bawa Pulang 4 Gelar
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Alasan KPK Panggil Hanif Dhakiri sebagai Saksi Kasus Izin TKA
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Kecanduan Gim Membahayakan Kesehatan Mental dan Fisik
• 15 jam lalukompas.id
thumb
Tuntas Jalankan Misi PBB di Lebanon, KRI Sultan Iskandar Muda Kembali ke Tanah Air
• 15 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.