Peringatan Khamenei ke AS: Serang Iran Berakibat Perang Regional

okezone.com
5 jam lalu
Cover Berita

TEHERAN – Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei telah memperingatkan Amerika Serikat (AS) setiap serangan terhadap negaranya akan mengakibatkan "perang regional". Peringatan itu dilayangkan seiring Presiden AS Donald Trump mengumpulkan aset militer di Timur Tengah.

“Mereka harus tahu bahwa jika mereka memulai perang kali ini, itu akan menjadi perang regional,” kata pemimpin tertinggi yang telah memegang kekuasaan absolut selama 37 tahun, dalam sebuah acara di pusat kota Teheran pada Minggu, melansir Al Jazeera.

Khamenei (86) berbicara kepada kerumunan besar pendukung yang berkumpul untuk memperingati ulang tahun kembalinya Ayatollah Ruhollah Khomeini ke Iran dari pengasingan di Prancis pada tahun 1979. Kembalinya Khomeini  menyebabkan Revolusi Iran dan pelarian penguasa yang didukung AS, Mohammad Reza Shah Pahlavi.

Baca Juga :
Diisukan Ngumpet di Bunker, Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei Muncul Ziarah ke Makam Khomenei

Khamenei mengatakan AS ingin "menelan" Iran dan sumber daya minyak dan gas alamnya yang melimpah. Khamenei menambahkan, apa yang terjadi selama protes anti-pemerintah baru-baru ini "mirip dengan kudeta" karena sejumlah besar kantor pemerintah, bank, dan masjid diserbu.

Pemimpin tertinggi menggambarkan kerusuhan mematikan itu sebagai "pemberontakan" lain, istilah yang sebelumnya ia gunakan untuk Gerakan Hijau 2009 dan protes serupa lainnya.

"Pemberontakan baru-baru ini mirip dengan kudeta. Tentu saja, kudeta itu telah ditumpas," kata Khamenei. 

Baca Juga :
5 Orang Tewas Akibat Ledakan Gas di Iran, 14 Terluka

"Tujuan mereka adalah untuk menghancurkan pusat-pusat sensitif dan efektif yang terlibat dalam menjalankan negara, dan karena alasan ini, mereka menyerang polisi, pusat-pusat pemerintah, fasilitas [Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC], bank, dan masjid serta membakar salinan Alquran."

Rakyat Iran Berkabung

Protes dimulai pada 28 Desember setelah para pemilik toko di distrik bisnis Teheran memprotes penurunan ekonomi Iran yang cepat terkait dengan salah urus dan korupsi lokal, serta runtuhnya mata uang Iran, rial, di tengah sanksi yang diberlakukan oleh AS dan sekutunya.

Namun, protes tersebut segera berubah menjadi ekspresi kemarahan nasional atas pembatasan kebebasan pribadi dan sosial, krisis energi dan air yang akut, dan polusi udara yang parah, di antara hal-hal lainnya.

Baca Juga :
Uni Eropa Masukkan Garda Revolusi Iran ke Dalam Daftar Teroris

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Lyon menang tipis 1-0 atas Lille
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Proliga Bakal Terapkan Salary Cap untuk Pemain Lokal dan Asing
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jangan Pasang File APK Ilegal, Unduh Aplikasi PINTU di Google Play
• 9 jam lalugenpi.co
thumb
Kiamat HP Sudah Muncul di China, Perangkat Ini Dijual di Mana-mana
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dion Markx Buka-bukaan dengan Tawaran Persib dan Pendekatan Bojan Hodak: Klub Besar, Sarat Prestasi, dan Juara 2 Kali Beruntun
• 9 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.