REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyakit kanker masih menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan nasional dengan menduduki peringkat ketiga penyebab kematian terbesar di Indonesia.
PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) dalam momentum peringatan World Cancer Day (WCD) 2026 bertajuk “United by Unique” menegaskan komitmennya membangun ekosistem penanganan kanker yang komprehensif. Etana meyakini bahwa menghadapi tantangan kanker memerlukan langkah nyata dan sinergi lintas sektor.
- Gus Yahya: Board of Peace adalah Konsolidasi Internasional untuk Perdamaian Palestina
- Alami Serangan Jantung Saat Sendirian di Rumah, Apa yang Harus Dilakukan?
- Angka Kanker Perempuan 82 Persen Lebih Tinggi dari Pria
Direktur Strategic Partnership & Business Development Etana, Randy Stevian menyampaikan keberhasilan penanganan kanker sangat bergantung pada kolaborasi yang tidak terfragmentasi. “Dibutuhkan inovasi berkelanjutan agar layanan kanker, mulai dari deteksi dini, terapi terbaik, hingga perawatan paliatif, dapat diakses secara lebih merata dan berkualitas oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Randy dalam keterangan, Ahad (1/2/2026).
Etana menghadirkan rangkaian portofolio produk biologi onkologi yang strategis bagi pasien di Indonesia, di antaranya Bevagen® (Bevacizumab) yang diproduksi secara lokal di Indonesia, Etapidi® (Tislelizimab – anti PD-1), Brukinsa® (Zanubrutinib – anti BTK), serta Hernera® (Neratinib maleate – TKI). Produk-produk tersebut merupakan terapi kanker yang selama ini sulit tersedia di Indonesia, dengan harga yang lebih terjangkau.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Kehadiran produk-produk ini mempertegas posisi Etana sebagai produsen biofarmasi yang berfokus pada penyediaan solusi kesehatan berkualitas tinggi di dalam negeri. Hal ini sejalan dengan visi Etana untuk terus mengembangkan produk yang terjangkau agar pengobatan mutakhir dapat diakses oleh pasien secara luas dan berkelanjutan.
“Inovasi kami di bidang onkologi bertujuan memastikan setiap pasien di Indonesia, terlepas dari keunikan kondisi klinis mereka, memiliki akses terhadap terapi bioteknologi berkualitas tinggi yang diproduksi secara lokal. Kami ingin memberikan harapan baru bagi pejuang kanker melalui solusi yang aman, efektif, dan terjangkau demi meningkatkan kualitas hidup serta masa depan keluarga Indonesia,” kata Randy.
Data Global Cancer Observatory (Globocan) 2022 mencatat lebih dari 408.661 kasus baru dengan angka kematian mencapai 242.099 kasus. Kanker payudara dan leher rahim menjadi beban tertinggi pada perempuan, sementara kanker paru dan kolorektal mendominasi pada laki-laki.
Etana secara proaktif mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan, diagnosis, hingga terapi kanker. Fokus ini menjadi semakin relevan mengingat tantangan di negara berkembang seperti Indonesia, yang meliputi keterbatasan akses layanan kesehatan, ketimpangan fasilitas antarwilayah, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini. Sebagai langkah konkret, Etana memperkuat kemitraan strategis dengan Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI), organisasi profesi yang menjadi garda terdepan dalam edukasi dan tata laksana kanker di tanah air.
Sejalan dengan semangat inovasi berbasis riset, Etana terus mengembangkan solusi bioteknologi onkologi yang presisi. Etana meyakini kolaborasi erat dengan komunitas medis, khususnya para klinisi di bawah naungan POI, akan mempercepat adopsi teknologi medis terbaru dalam praktik klinis sehari-hari.
Ketua Umum Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) dokter Cosphiadi Irawan menyambut baik inisiatif tersebut. “Penanganan kanker merupakan upaya multidisiplin. Dukungan dari mitra industri seperti Etana sangat krusial, terutama dalam memfasilitasi forum diskusi strategis seperti Sarasehan WCD ini serta memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Sinergi ini menjadi kunci untuk memperkuat kebijakan pelayanan kanker yang sepenuhnya berorientasi pada keselamatan pasien,” ujarnya.
Sebagai bagian dari rangkaian WCD 2026, POI dan Etana menyelenggarakan Sarasehan World Cancer Day sekaligus Pelantikan Pengurus Pusat POI Periode 2026–2029 di Jakarta. Forum ini menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan untuk merumuskan arah kebijakan pelayanan kanker nasional ke depan.
Selain agenda formal, kampanye digital melalui media sosial juga digulirkan untuk mengajak publik berpartisipasi. Melalui tagar #UnitedByUniquePOI, masyarakat diajak menunjukkan dukungan terhadap kesetaraan akses layanan kanker secara unik dan personal. Kampanye ini berlangsung hingga 19 Februari 2026 sebagai bagian dari upaya kolektif membangun kesadaran nasional.
/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2026%2F02%2F01%2F94e69b62-2b35-4d8a-9a86-f1b4c5252d6b.jpg)



