Harga emas dunia jatuh tajam pada Jumat (30/1). Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pilihannya akan pemimpin ketua bank sentral selanjutnya dari Negeri Paman Sam.
Dikutip dari Reuters, Harga emas spot turun 9,5% ke US$4.883,62. Sementara emas berjangka anjlok 11,4% ke US$4.745,10.
Baca Juga: Makin Digandrungi Masyarakat, Pembiayaan Emas BSN Melambung hingga 400 Persen
Tekanan jual juga melanda logam mulia lainnya. Perak spot merosot 27,7% ke US$83,99, platinum jatuh 19,18% ke US$2.125. Sedangkan palladium terperosok 15,7% ke US$1.682 per ons.
Global Head of Commodities Research Standard Chartered Bank, Suki Cooper mengatakan bahwa penurunan dipicu oleh pengumuman dari Trump. Sang presiden mengumumkan bahwa dirinya mempercayakan bank sentral kepada Kevin Warsh. Pengumuman tersebut memicu aksi profit-taking setelah reli panjang yang membawa harga emas ke rekor tertinggi dalam beberapa pekan terakhir.
“Pasar memang sudah waktunya mengalami koreksi. Pemicu aksi jual kemungkinan berasal dari kombinasi berbagai faktor, mulai dari pengumuman calon ketua bank sentral hingga arus makro yang lebih luas,” kata Suki Cooper.
Menurut Cooper, pengumuman itu menyebabkan penguatan dolar serta perubahan ekspektasi terhadap imbal hasil riil (real yields) yang turut mempercepat aksi ambil untung.
“Jika kita melihat pergerakan dolar maupun ekspektasi imbal hasil riil, kombinasi faktor-faktor tersebut membantu memicu tekanan jual,” ujarnya.
Baca Juga: HPE Konsentrat Tembaga dan Emas Naik Periode Pertama Februari 2026, Ini Penyebabnya
Meski mengalami penurunan tajam, sejumlah analis menilai koreksi ini tidak serta-merta mengubah pandangan jangka panjang terhadap emas yang dinilai masih didukung oleh ketidakpastian geopolitik dan arah kebijakan moneter global.





