REPUBLIKA.CO.ID, SINGARAJA, – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menggelar kampanye program Mahasiswa Berdampak di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Bali. Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat arah kebijakan kemahasiswaan tahun 2026, pada Minggu (tanggal tidak disebutkan).
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendiktisaintek, Beny Bandanadjaja, menegaskan pentingnya mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki karakter kuat serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. "Kebijakan kemahasiswaan 2026 kami arahkan untuk melahirkan mahasiswa berdampak," ujarnya.
Beny juga menekankan bahwa kampus memiliki peran strategis dalam membangun kapasitas mahasiswa secara menyeluruh. Pengelolaan kemahasiswaan harus terintegrasi dengan pembelajaran dan diarahkan pada aktivitas yang mendorong mahasiswa terlibat langsung di luar kampus, seperti magang, kewirausahaan, riset terapan, dan pengabdian masyarakat.
Undiksha Perkuat Komitmen
Rektor Undiksha, I Wayan Lasmawan, menggarisbawahi pentingnya keselarasan antara kebijakan kemahasiswaan di Undiksha dengan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa program kementerian hanyalah pemantik, dan Undiksha harus mampu mengembangkan program kemahasiswaan berdampak secara mandiri agar mahasiswa siap berkontribusi bagi masyarakat.
Melalui sosialisasi ini, Undiksha memperkuat komitmennya sebagai Kampus Berdampak, mendorong lahirnya mahasiswa yang berkarakter, berdaya saing, dan berperan aktif sebagai agen perubahan dalam pembangunan bangsa.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Konten ini diolah dengan bantuan AI.