Friderica Widyasari: Tupoksi OJK Tetap Berjalan, Tidak Ada Kekosongan!

cnbcindonesia.com
13 jam lalu
Cover Berita
Foto: 8 Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia, Main Hall BEI, Jakarta, Minggu (1/2/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Friderica Widyasari Dewi selaku Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru akhirnya buka suara ihwal keputusaan para pejabat OJK yang serentajk mengundurkan diri, khususnya pada Jumat (30/1/2026).

Kiki sapaan Friderica Widyasari memastikan bahwa tugas, pokok dan fungsi OJK tetap berjalan dengan baik. Dan ia tak menampik, bahwa dengan mundurnya tiga anggota Dewan Komisioner OJK tersebut banyak kemudian dari market yang bertanya-tanya nasib dari lembaga keuangan ini.

"Kesempatan yang sangat baik ini saya menyampaikan bahwa tidak sampai 24 Jam sudah ada pejabat sementara untuk Ketua saya dan juga merangkap sebagai Wakil Ketua dan juga Pak Hasan Fauzi (Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK) dalam mekanisme sesuai dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 dan dikuatkan di Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Desa Kuala Nomor 4 Tahun 2023. Jadi tidak ada kekosongan kepemimpinan lebih dari 24 jam," ungkap Kiki dalam Agenda 8 Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia, Main Hall BEI, Minggu (1/2/2026).


Baca: Danantara Siap Jadi Peserta Aktif di Bursa Saham RI

"Sehingga kita memastikan bahwa seluruh Tugas pokok fungsi dari OJK berjalan dengan baik dan Sabtu minggu ini kami masuk untuk bisa melakukan hal-hal yang dirasa perlu untuk meningkatkan confidence market dan sebagainya," tambah Friderica.

Sebagaimana diketahui,Friderica bukan orang baru di lembaga keuangan di Indonesia. Sebagai gambarannya, Friderica Widyasari Dewi sebelumnya menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen. Wanita lulusan Doktor Universitas Gadjah Mada ini memiliki segudang pengalaman kerja.

Pada 2009-2015, Friderica ditunjuk menjadi Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Kariernya kemudian berlanjut pada 2015-2016 dia ditunjuk menjadi Direktur Keuangan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Kariernya makin moncer sebab Friderica diangkat menjadi Direktur Utama KSEI pada 2016-2019. Kemudian setelah itu dia menjabat sebagai Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas pada kurun waktu 2020-2022.

Sejak tahun 2023 hingga saat ini, dia juga menjalani karier sebagai Anggota Komite Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat serta Koordinator Dewan Pembina Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (SATGAS PASTI) dan Indonesia Anti Scam Centre (IASC).

Selain menjalani profesi sebagai wanita karier, Friderica juga aktif menulis. Dia pun sudah merilis 2 buku yang berjudul Cara Bijak Mengelola Portofolio Investasi dan Pengawasan Market Conduct: A Game Changer.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Batas Free Float Naik Jadi 15%, Apa Efeknya ke Emiten & Bursa?

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kapal Perang AS Dekati Pelabuhan Israel, Ancaman ke Iran?
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Nubia Menggebrak Dunia Gaming Indonesia
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Disindir Soal Ingin Tanam Sawit, Prabowo: Semua Pemimpin Negara Minta ke Saya!
• 14 menit lalusuara.com
thumb
Pakar Soroti Kemunduran Demokrasi Indonesia, Wacana Reformasi Jilid II Menguat
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Darah Nenek Saudah Bikin DPR Murka, Mafia Tambang Ilegal Pasaman Terancam Dibabat Habis!
• 2 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.