JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta kembali melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada Senin (2/2/2026).
Upaya ini untuk mengurangi potensi hujan yang bisa memicu banjir di Jakarta dan sekitarnya.
“Pada Senin, 2 Februari 2026, BPBD Provinsi DKI Jakarta merencanakan kembali pelaksanaan empat sorti penerbangan OMC yang akan dimulai pada pukul 07.00 WIB, dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan hasil evaluasi lapangan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, Senin.
Baca juga: 48 Desa di Kabupaten Bekasi Terdampak Banjir, Longsor dan Angin Puting Beliung
Sehari sebelumnya, Minggu (1/2/2026), BPBD DKI melaksanakan empat sorti penerbangan OMC menggunakan pesawat Casa 212-200 milik TNI Angkatan Udara.
Operasi tersebut difokuskan di wilayah yang berpotensi menjadi tempat terbentuknya awan hujan, baik di wilayah perairan maupun daratan.
Pada Minggu kemarin, penyemaian dilakukan di beberapa lokasi. Dua sorti dilakukan di wilayah Selat Sunda dengan menaburkan bahan NaCl masing-masing sebanyak 800 kilogram.
Satu sorti dilakukan di wilayah Kabupaten Bogor dengan penyemaian CaO sebanyak 800 kilogram. Sementara satu sorti lainnya kembali dilakukan di wilayah Selat Sunda dengan bahan NaCl.
Dengan tambahan empat sorti tersebut, total penerbangan OMC sejak 30 Januari hingga 1 Februari 2026 telah mencapai sembilan sorti.
“Total bahan semai yang digunakan terdiri dari 4.000 kilogram NaCl dan 3.200 kilogram CaO, dengan total waktu terbang mencapai 13 jam 10 menit,” kata Isnawa.
Hasilnya, berdasarkan pemantauan curah hujan hingga pukul 17.00 WIB, hujan tertinggi yang tercatat di wilayah DKI Jakarta sebesar 13,2 milimeter atau masuk kategori hujan ringan di wilayah Jakarta Barat.
Baca juga: Tanggul Sungai Citarum di Muara Gembong Jebol Lagi, Dua Desa Terendam Banjir
Isnawa mengeklaim, OMC memberikan dampak positif dalam mengendalikan curah hujan.
“Berdasarkan hasil evaluasi data curah hujan, pelaksanaan OMC sejak 30 Januari hingga hari ini terindikasi mampu menurunkan curah hujan sebesar 23,85 persen,” kata dia.
Isnawa menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BMKG, TNI Angkatan Udara, serta instansi terkait lainnya agar pelaksanaan OMC berjalan optimal sesuai kondisi cuaca terkini.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang. Warga diminta menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air untuk mencegah genangan dan banjir.
Informasi kebencanaan dapat diakses melalui layanan Jakarta Siaga 112, situs bpbd.jakarta.go.id, media sosial @bpbddkijakarta, serta aplikasi JAKI.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


