Pemerintah Pastikan Operasional Bursa Efek Tetap Normal di Tengah Transisi Kepemimpinan

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ricardo Julio

TVRINews, Jakarta

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa kegiatan pasar modal tetap berlangsung normal di tengah proses transisi kepemimpinan. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.

Hal tersebut disampaikan menyusul instruksi Presiden RI Prabowo Subianto kepada Kementerian Keuangan, serta jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), untuk menjamin keberlanjutan operasional bursa.

“Bapak Presiden telah menginstruksikan Kementerian Keuangan Serta jajaran pengurus OJK dan Bursa Efek Indonesia untuk memastikan bahwa kegiatan operasional bursa tetap berjalan dengan normal dengan kepemimpinan transisi,” ujar Airlangga dalam keterangannya dikutip, Minggu 1 Febuari 2026.

Pernyataan tersebut merupakan respons pemerintah atas mundurnya sejumlah pimpinan OJK dan BEI pada Jumat, 30 Januari 2026. Momentum ini bertepatan dengan terjadinya koreksi tajam pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta adanya sorotan lembaga internasional terhadap tata kelola di lingkungan BEI.

Airlangga menegaskan bahwa pemerintah menjamin tidak akan terjadi kekosongan kepemimpinan di kedua lembaga strategis tersebut. Untuk sementara waktu, posisi pimpinan akan diisi oleh pejabat pelaksana tugas guna menjamin kelangsungan fungsi kelembagaan tetap berjalan semestinya.

Adapun posisi Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK untuk sementara diisi oleh Friderica Widyasari Dewi. Sementara itu, pihak BEI hingga saat ini belum mengumumkan secara resmi pejabat sementara untuk menggantikan posisi Direktur Utama BEI, Iman Rachman, yang mengundurkan diri pekan lalu.

“Pejabat pelaksana tugas atau Pjs Itu akan memastikan seluruh fungsi regulasi, aktivitas perdagangan, dan tugas pengawasan berjalan tanpa gangguan,” imbuh Airlangga.

Airlangga juga menyatakan optimisme bahwa aktivitas pasar modal akan tetap berjalan normal karena ditopang oleh sistem dan tata kelola yang sudah mapan.

“Institusi kita kuat karena sistem dikelola sesuai dengan standar good governance dan best practices,” pungkasnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Inovasi RSCM untuk Wisata Medis
• 16 jam lalukompas.id
thumb
Saat Jokowi Siap Mati-matian dan Tangis Kaesang di Rakernas PSI
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Ngakak! Pengacara Jambret Kecewa Gak Diundang Rapat DPR: Klien Kami Mati, Si Hogi Ditahan Aja Gak!
• 10 jam laludisway.id
thumb
Bagaimana Hukumnya Jualan Makanan di Siang Hari Saat Ramadhan 2026?
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Perkuat Ekosistem Perumahan, BTN Housingpreneur 2025 Lahirkan Inovator Muda
• 1 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.