VIVA – Inter Milan semakin menunjukkan mental juara musim ini. Bertandang ke markas Cremonese, Nerazzurri tampil efektif dan pulang membawa kemenangan meyakinkan 2-0 dalam lanjutan Liga Italia.
Bermain di Stadion Giovanni Zini, Cremona, Senin 2 Februari dini hari 2.45 WIB, pasukan Simone Inzaghi tak butuh waktu lama untuk mengambil kendali permainan. Dominasi penguasaan bola dan tekanan sejak menit awal membuat tuan rumah lebih banyak bertahan.
Gol pembuka akhirnya datang pada menit ke 16. Lautaro Martinez memanfaatkan sepak pojok dengan sundulan keras yang tak mampu diantisipasi lini belakang Cremonese. Bola bersarang mulus ke gawang dan membawa Inter unggul lebih dulu.
Cremonese sempat memberi respons. Federico Ceccherini hampir menyamakan kedudukan lewat sepakan jarak dekat, namun bola hanya melenceng tipis di sisi gawang Inter. Momen itu menjadi salah satu peluang terbaik tuan rumah di babak pertama.
Alih alih menyamakan skor, Cremonese justru kembali kebobolan. Pada menit ke 31, Piotr Zielinski menggandakan keunggulan Inter lewat penyelesaian rapi di dalam kotak penalti. Gol tersebut tak mampu dihentikan kiper timnas Indonesia, Emil Audero, yang menjaga mistar Cremonese.
Unggul dua gol membuat Inter bermain lebih tenang. Intensitas serangan memang sedikit diturunkan, namun kontrol permainan tetap berada di tangan tim tamu. Sementara itu, Cremonese berusaha mencari celah lewat serangan balik cepat.
Menjelang akhir laga, Alessio Zerbin nyaris memperkecil ketertinggalan. Tembakannya membentur tiang kanan gawang ketika waktu normal tersisa enam menit. Kesempatan itu pun terbuang, sekaligus mengubur harapan tuan rumah untuk bangkit.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 tak berubah.
Tambahan tiga poin membuat Inter semakin kokoh di puncak klasemen. Mereka kini mengoleksi 55 poin dari 23 pertandingan, unggul delapan angka atas AC Milan di posisi kedua. Situasi ini memberi keuntungan besar bagi Nerazzurri dalam perburuan gelar juara.
Sebaliknya, kekalahan membuat Cremonese masih tertahan di papan bawah. Dengan 23 poin dari jumlah laga yang sama, mereka berada di peringkat ke 15 dan belum sepenuhnya aman dari ancaman zona degradasi.





