- PTBA
- BUMI
- ICBP
- BMRI
- CPIN
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat (30/1) di zona hijau dengan kenaikan 1,18% ke level 8.329,61. Penguatan indeks ditopang oleh sejumlah saham besar, di antaranya BBCA yang naik 2,78%, DSSA melonjak 5,32%, dan TLKM menguat 4,35% sebagai motor penggerak utama pasar.
Di sisi berlawanan, tekanan tajam terjadi pada MORA yang anjlok 11,22%, VKTR turun 14,89%, serta IMPC melemah 8,81%. Meski indeks menguat, arus dana asing masih keluar. Investor asing mencatatkan jual bersih Rp1,87 triliun di pasar reguler dan Rp1,53 triliun secara keseluruhan.
Dari sisi sektor, mayoritas indeks sektoral bergerak positif. Sebanyak 8 dari 11 sektor ditutup menguat. Sektor transportasi mencatat lonjakan paling tinggi dengan kenaikan 6,14%, sementara sektor consumer cyclical menjadi satu-satunya yang tertekan paling dalam dengan koreksi 1,46%.
Di dalam negeri, pelaku pasar masih mencermati dinamika di level regulator menyusul mundurnya sejumlah pimpinan OJK dan BEI. Meski memicu ketidakpastian jangka pendek, minat investor asing terhadap aset Indonesia di pasar luar negeri justru menunjukkan sinyal positif. Hal ini terlihat dari penguatan ETF Indonesia (EIDO) sebesar 0,40% dan indeks MSCI Indonesia yang naik 2,30%.
Terkait perubahan kepemimpinan, beberapa anggota Dewan Komisioner OJK mengundurkan diri sebelum masa jabatan berakhir pada 2027. Pejabat yang mundur meliputi Ketua DK OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten dan Transaksi Efek Aditya Jayaantara. Sebelumnya, Direktur Utama BEI Imam Rachman juga lebih dulu menyatakan mundur dari jabatannya.
Mengacu pada UU No. 21 Tahun 2011, Dewan Komisioner OJK menunjuk Friderica Widyasari Dewi sebagai pelaksana tugas Ketua sekaligus Wakil Ketua OJK. Sementara untuk mengisi kekosongan di BEI, posisi Direktur Utama akan dijabat sementara oleh Jeffrey Hendrik.
Dari sisi katalis, Danantara menyiapkan amunisi besar untuk masuk ke pasar saham domestik. CIO Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menyebut pihaknya akan mengalokasikan sekitar US$ 7 miliar atau setara 50% dari rencana investasi tahun ini ke pasar modal Indonesia. Penempatan dana tersebut akan dilakukan melalui mitra manajer investasi dalam enam bulan pertama.
Pandu menambahkan, saham incaran Danantara akan difokuskan pada emiten yang likuid, memiliki fundamental bisnis dan keuangan yang kuat, arus kas sehat, serta prospek pertumbuhan yang tinggi. Rencana investasi ini dijadwalkan mulai berjalan sejak pekan ini.
Rekomendasi Saham Hari Ini:
PTBABuy 2460-2490 | TP 2530-2600 | SL 2360
Buy 254-260 | TP 270-282 | SL 244
Buy 7850-7925 | TP 8125-8325 | SL 7500
Buy 4790-4820 | TP 4910-5025 | SL 4530
Buy 4390-4430 | TP 4510-4590 | SL 4100
Disclaimer: Segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.
(ayh/ayh)




