Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, Sama dengan Kota-kota Besar Lainnya

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca Jakarta hari ini Senin 2 Februari 2026 dan kota-kota besar di Indonesia.

BMKG memprakirakan mayoritas kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta, berpotensi diselimuti awan hingga diguyur hujan dengan intensitas ringan.

BACA JUGA: Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini 31 Januari, Pagi Sudah Hujan

“Untuk di Pulau Jawa, hujan ringan hingga sedang berpotensi merata terjadi di Banten, Jakarta, Bandung, Semarang. Yogyakarta, dan Surabaya,” ujar Prakirawan BMKG Medayu Bestari dalam siaran yang diikuti dari Jakarta.

Dalam sistem peringatan dini cuaca BMKG, untuk wilayah Sumatera, kota-kota besar yang berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang yakni Medan, Bengkulu, Padang, Pekanbaru, Jambi, Palembang, dan Bandar Lampung. Sementara Aceh dan Tanjung Pinang diprakirakan berawan.

BACA JUGA: Cuaca Buruk Hari Ini Jadi Tantangan Tim SAR Mencari Korban Longsor Cisarua

Sementara di Pulau Kalimantan, kota Palangkaraya, Samarinda, dan Pontianak diprakirakan hujan ringan.

Adapun Banjarmasin dan Tanjung Selor berpotensi hujan lebat disertai kilat.

BACA JUGA: Gempa Tektonik M 5,1 di Jambi, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

“Sementara Bali, Mataram, dan Kupang berpotensi diguyur hujan ringan,” ujarnya.

Untuk di pulau Sulawesi, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Mamuju, dan Makassar. Kota Kendari berpotensi diguyur hujan lebat disertai kilat. Sementara Palu, Gorontalo, dan Manado berawan tebal.

Berpindah ke wilayah paling timur, kota-kota seperti Ambon, Sorong, Manokwari, dan Jayapura diprakirakan berawan.

Sementara Nabire dan Jayawijaya diprakirakan diguyur hujan ringan hingga sedang. Merauke berpotensi hujan lebat disertai kilat.

BMKG menegaskan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan di Indonesia merupakan upaya mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains.

Langkah ini diambil sebagai respons paralel terhadap penurunan daya dukung lingkungan dan meningkatnya ancaman perubahan iklim.

Sebelumnya, di media sosial beredar narasi bahwa jika dilakukan terus menerus, OMC memiliki risiko dan seperti bom waktu.

Dalam narasi yang beredar, OMC memiliki risiko bencana lain seperti membuat kondisi cuaca tidak stabil serta membentuk cold pool (kolam dingin), memindahkan atau menumpuk air di wilayah tertentu sehingga membuat banjir besar, dan memberikan rasa aman yang palsu.

Dalam konteks tersebut, BMKG menegaskan bahwa cold poll atau kolam dingin merupakan fenomena meteorologi yang sepenuhnya alami.

Fenomena ini terjadi saat air hujan menguap di bawah awan badai, mendinginkan udara, dan menciptakan massa udara padat yang jatuh ke permukaan. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Untuk Pertama Kalinya Penjualan Mobil Listrik Melampaui Mobil Bensin
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Prabowo Bertemu Tokoh "Oposisi", Keterbukaan pada Kritik Diharap Berlanjut
• 22 jam lalukompas.id
thumb
Antisipasi Virus Nipah, Kemenkes Minta Masyarakat Waspada
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Board of Peace untuk Jalur Gaza: Solusi Alternatif atau Aksi Populis Trump?
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Industri Kesehatan 2026: Ketika Kualitas Jadi Satu-Satunya Alasan Pasien Untuk Bertahan
• 4 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.