JAKARTA, DISWAY.ID -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat (Jakpus) menggelar razia peredaran Tramadol ilegal di kawasan Pasar Tanah Abang.
Hasilnya sebanyak 900 butir obat keras berbagai jenis tersebut berhasil disita dalam razia yang digelar pada Jumat, 30 Januari 2026.
Ratusan butir obat keras ilegal yang disita terdiri dari 608 Tramadol, 200 Trihexyphenidyl, dan 92 Hexymer.
900 butir obat keras tersebut langsung dimusnahkan dengan disaksikan Wali Jakarta Pusat Arifin.
BACA JUGA:Tegas! Bareskrim Polri Bakal Usut Dugaan Manipulasi Saham Gorengan sampai ke Akarnya
Arifin mengatakan, para pengedar menjual obat-obatan terlarang tersebut secara terang-terangan di jalanan kawasan Tanah Abang.
"Obat ini punya dampak ketergantungan, tadi saya sudah tanya kepada mereka yang sudah 2 bulan mengkomsumsinya, katanya jika tidak meminum obat ini badannya tidak enak bahkan ada sampai 10 butir sehari meminumnya," ucap Arifin dalam keterangannya pada Minggu, 1 Februari 2026.
Efek obat ini kata Arifin sangat berbahaya sehingga orang yang mengonsumsinya harus menggunakan resep dokter.
Menurut Arifin, kegiatan razia ini sudah sering dilaksanakan, namun ada keterbatasan jangkauan dari Satpol PP dengan tindakan sebatas Peraturan Daerah (Perda) saja.
BACA JUGA:BTN Tunjuk Nova Arianto Latih Timnas U-17 Lawan China, Kurniawan Jadi Asisten
"Oleh karena itu, saya sudah berbicara kepada BPOM ke depan kita bersama-sama akan melakukan tindakan sanksinya mengacu pada Undang-Undang bekerja sama juga dengan kepolisian," katanya.
Untuk memberikan efek jera, para pengedar dikenakan sanksi sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 atau Perlindungan Konsumen.
Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta Satpol PP untuk menertibkan penjual obat keras ilegal jenis Tramadol di kawasan Tanah Abang.
Hal ini menindaklanjuti video viral aksi penjualan Tramadol secara terang-terangan di jalanan kawasan Tanah Abang.
BACA JUGA:Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 83 Sekolah di Cianjur, Total Anggaran Rp106 Miliar
- 1
- 2
- »


