Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung ambruk tajam pada awal perdagangan Senin (2/2). Sekitar 17 menit setelah pembukaan, IHSG anjlok 5,03 persen atau 418,75 poin ke level 7.910,85.
Berdasarkan data perdagangan RTI, IHSG dibuka di level 8.306,16, sempat menyentuh level tertinggi 8.313,05, sebelum terus meluncur ke posisi terendah 7.909,54. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 7,11 triliun dengan volume 12,10 miliar saham dan frekuensi perdagangan 754.028 kali pada pukul 09:17 WIB.
Tekanan jual terjadi merata di pasar, tercermin dari dominasi saham merah yang mencapai 596 saham, sementara hanya 55 saham menguat dan 57 saham stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia pun menyusut menjadi Rp 14.283,85 triliun.
Anjloknya IHSG pagi ini masih dibayangi sentimen negatif usai Bursa Efek Indonesia (BEI) kena teguran Morgan Stanley Capital International (MSCI), mulai dari transparansi kepemilikan saham di Indonesia hingga ambang atas kepemilikan saham di publik.
Kejatuhan IHSG ini juga membuat empat petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dirut BEI mundur pada akhir pekan lalu, membuat pasar semakin gelisah. Meski OJK dan BEI sudah menetapkan pejabat pengganti dan dikabarkan akan bertemu pihak MSCI, IHSG pagi ini masih belum bisa bangkit, karena ada rencana Danantara masuk ke BEI seperti yang diungkapkan Menko Airlangga Hartarto pada pekan lalu.




