EtIndonesia. AS mengerahkan sistem pertahanan udara tambahan di Timur Tengah untuk melindungi pangkalan militer Amerika dan sekutu AS jika terjadi potensi serangan dari Iran, lapor Wall Street Journal.
Menurut sumber WSJ, pasukan AS sudah siap untuk melakukan serangan udara terbatas terhadap Iran jika diperintahkan oleh Presiden Donald Trump.
Pada saat yang sama, para pejabat memperingatkan bahwa serangan skala besar, yang direncanakan di bawah arahan presiden, kemungkinan besar akan memprovokasi respons balasan dari Teheran, yang menyoroti perlunya sistem pertahanan udara yang kuat di kawasan tersebut.
Laporan tersebut mencatat bahwa AS sudah memiliki aset pertahanan udara di kawasan tersebut, termasuk kapal perusak dan pesawat terbang. Namun, Pentagon juga mengerahkan baterai THAAD dan sistem Patriot di pangkalan militer di Yordania, Kuwait, Bahrain, Arab Saudi, dan Qatar.
Selain itu, AS telah mengirimkan tiga skuadron jet tempur F-15E ke Yordania, yang dapat digunakan untuk menargetkan drone Iran.
Selain itu, digarisbawahi juga bahwa pengerahan sistem THAAD merupakan sinyal serius dari persiapan AS untuk potensi konflik, karena negara tersebut hanya memiliki tujuh baterai THAAD operasional, yang telah dikerahkan ke berbagai wilayah di seluruh dunia selama setahun terakhir.
Krisis AS-Iran meningkat
Sebelumnya, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Presiden Donald Trump menugaskan para penasihatnya untuk mempersiapkan opsi tindakan militer yang cepat dan tegas terhadap Iran yang akan menghindari konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Pada saat yang sama, menurut The New York Times, Trump diberi beberapa skenario yang diperluas untuk potensi serangan terhadap Iran, termasuk kemungkinan operasi darat.
Pada 1 Februari, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan bahwa setiap serangan oleh AS dapat memicu perang regional di Timur Tengah. (yn)



