Duel Skuad PSM Rp90 Miliar vs Semen Padang Rp68 Miliar: Tomas Trucha Optimis Hentikan Tren Buruk dan Raih Poin Penuh

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR – PSM Makassar akan menjamu Semen Padang di Gelora BJ Habibie (GBH), Parepare, Senin (2/2/2026) pukul 20.00 Wita. Pelatih Juku Eja, Tomas Trucha optimis meraih poin penuh. Sekaligus menghentikan tren buruk, 5 kali kekalahan beruntun di BRI Super Lague.

Bermodalkan skuad lebih “wah” dibanding lawan dan bermain di kandang, PSM Makassar jelas lebih diunggulkan. Apalagi dari 9 kali pertemuan, PSM 4 kali menang, Semen Padang 3 kali menang, dan 2 kali imbang.

Saat ini berdasarkan data Transfermarkt, nilai skuad PSM mencapai RpRp90,38 miliar. Posisi kelima skuad termahal di Super League. Sedangkan armada Semen Padang hanya Rp68,40 miliar (posisi ke-14).

Skuad termahal saat ini masih milik Persib Bandung dengan nilai pasar Rp138,36 miliar. Disusul Persija Jakarta Rp117,33 miliar. Sedangkan posisi ketiga dan kempat masing-masing diduduki Bali United Rp100,73 miliar serta Dewa United RpRp99,94 miliar.

Mewahnya skuad Pasukan Ramang saat menghadapi Semen Padang seharusnya memberikan keuntungan. Artinya, secara kualitas individu anak asuh Tomas Trucha lebih baik dibandingkan tamunya.

“Kami akan bermain di kandang, di depan suporter kami. Kami harus mengankan poin. Kami juga sadar bahwa fans belakangan ini tidak senang dengan hasil-hasil yang kita dapatkan. Kami juga tidak senang,” ujar Tomas Trucha saat konferensi pers, Minggu (1/2/2026).

Tomas Trucha juga menyesalkan timnya didera banyak persoalan. Mulai dari hukuman akumulasi kartu hingga cedera. Hal ini sangat mempengaruhi performa tim, karena banyak pemain yang tidak bisa dimainkan.

Dalam kondisi seperti ini, pelatih asal Republik Ceko ini meminta dukungan suporter. “Di masa-masa seperti ini, kita harus bersama-sama lagi. Berjuang bersama untuk melewati masa sulit ini,” harap Tomas Trucha.

Di sisi lain, pelatih Semen Padang, Dejan Antonic optimis juga bisa mencuri poin di kandang lawan. Bahkan bisa meraih kemenangan untuk meninggalkan zona merah.

“Saya selalu katakan bahwa semua pertandingan untuk kita penting. Semua poin untuk kita penting. Kalau melihat kondisi pemaion saat ini, kami siap tempur melawan PSM. Apalagi kita masih berada di zona merah,” ujar pria asal Serbia tersebut.

Pada pertandingan terakhir Kabau Sirah meraih hasil yang tidak buruk. Malah mampu menahan seri 3-3 tuan rumah Bali United. Membawa pulang 1 poin.

Sementara PSM Makassar, laga terakhir justru harus menelan pil pahit. Tumbang 0-2 dari Persijap Jepara di kandang lawan.

Pertaruhan Harga Diri

Laga pekan ini di Stadion Gelora BJ Habibie (GBH) menjadi pertaruhan harga diri bagi PSM Makassar. Di atas kertas, ini adalah bak pertarungan “Goliath” melawan “Daud”, jika melihat perbandingan nilai pasar kedua tim.

PSM Makassar memasuki lapangan dengan status sebagai salah satu tim elite di Super League. Secara teknis, Tomas Trucha memiliki kedalaman skuad dengan kualitas individu yang lebih mumpuni.

Realitas di lapangan, kekayaan skuad tidak menjamin hasil. PSM justru tengah terpuruk dengan 5 kekalahan beruntun. Ini yang menunjukkan adanya masalah pada kolektivitas atau mentalitas bertanding.

Tomas Trucha berada di bawah tekanan besar. Selain harus memutus tren negatif, ia dihadapkan pada masalah klasik: akumulasi kartu dan badai cedera. Ini menjadi penghambat utama skema permainan pelatih asal Ceko tersebut.

Karena bermain di kandang, dukungan publik Parepare bisa menjadi pedang bermata dua. Jika gagal mencetak gol cepat, tekanan dari tribun bisa memengaruhi ketenangan pemain di lapangan.

Bagi Semen Padang meskipun berada di papan bawah, mereka datang dengan modal kepercayaan diri tinggi. Keberhasilan menahan imbang raksasa sekelas Bali United pada laga terakhir adalah sinyal bahaya bagi Juku Eja.

Efek Dejan Antonic pun mulai terasa. Tangan dingin pelatih asal Serbia ini terbukti mampu membuat Kabau Sirah tampil lepas meski berstatus tim underdog.

Tamu juga memiliki motivasi Ekstra. Berkeinginan kuat untuk keluar dari zona degradasi. Hal ini seringkali melahirkan kejutan, terutama saat menghadapi tim besar yang sedang limbung seperti PSM.

PSM Makassar saat ini berada di peringkat 13 dengan 19 poin. Sementara Semen Padang di posisi ke-17 dari 10 kontentan Super League alias di zona degradasi.

Sekadar mengingatkan, pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada putaran pertama, Jumat (22/8/2026). Laga di Stadion Haji Agus Salim, Padang itu berakhir imbang 1-1.

Mampukah Yuran Fernandes dkk. memutus tren buruk dan meraih poin penuh? Ataukah tim tamu yang justru memberikan kejutan? (*)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
5 Fakta Aksi Warga Tolak Party Station di Kartika One Hotel Lenteng Agung
• 1 jam lalusuara.com
thumb
Insentif Impor EV Disetop, Pemerintah Yakin Tak Ganggu Investasi Mobil Listrik
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Metro Gelar Apel Operasi Keselamatan Jaya 2026, Kerahkan 2.939 Personel
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Saksi Kasus Illegal Access CCTV, Mantan Sopir Inara Rusli dan Virgoun Diperiksa Penyidik
• 47 menit lalugrid.id
thumb
Pemotor di Serang Tewas Usai Ditabrak Mobil Diduga Hasil Curian
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.