Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.796 per Jumat, 30 Januari 2026. Posisi rupiah itu melemah 10 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.786 pada perdagangan Kamis, 29 Januari 2026.
Sementara perdagangan di pasar spot pada Senin, 2 Februari 2026 hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.779 per dolar AS. Posisi itu menguat 7 poin atau 0,04 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.786 per dolar AS.
- istockphoto.com
Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, Bank Indonesia (BI) terus memperkuat pengelolaan cadangan devisanya sebagai instrumen utama menjaga stabilitas ekonomi, sekaligus menumbuhkan kepercayaan pasar global di tengah meningkatnya volatilitas keuangan internasional.
Pengelolaan cadangan devisa dilakukan dengan memerhatikan dinamika suku bunga global, pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS), serta imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Langkah ini dinilai krusial untuk meredam dampak ketidakpastian global terhadap perekonomian domestik. Cadangan devisa kini tidak hanya berfungsi sebagai bantalan krisis, tetapi juga menjadi bagian dari strategi transformasi ekonomi nasional yang lebih adaptif.
Guna untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, BI memperkuat bauran kebijakan transformasi ekonomi melalui lima sinergi strategis.
Antara lain yakni stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, percepatan hilirisasi industri, penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan pembiayaan perekonomian dan pasar keuangan, serta akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional.
Selain itu, BI juga terus mengimplementasikan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, termasuk pengembangan UMKM serta ekonomi syariah, guna menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp 16.780 - Rp 16.810," ujarnya.
Sebagai informasi, ketegangan memanas di tengah peningkatan kekuatan militer AS di Timur Tengah. Presiden AS, Donald Trump, pada hari Rabu lalu, mendesak Iran untuk duduk di meja perundingan dan membuat kesepakatan tentang senjata nuklir atau menghadapi serangan AS, yang memicu ancaman dari Teheran untuk membalas dengan keras.





