Pelatih Dewa United Puji Mental Pemain Usai Tahan Persebaya dengan 10 Orang di Gelora Bung Tomo

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink memuji mentalitas dan kedisiplinan taktik para pemainnya setelah mampu mengimbangi Persebaya Surabaya dengan skor 1-1 meski bermain dengan sepuluh orang dalam laga Liga 1 Indonesia di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu malam, 1 Februari 2026.

Jan Olde Riekerink menilai hasil imbang tersebut menunjukkan kekuatan mental pemain Dewa United setelah harus bertarung lama melawan sebelas pemain Persebaya yang mengandalkan fisik.

Ia menyebut kartu merah yang diterima lebih awal sebagai momen krusial yang membuat pertandingan menjadi jauh lebih sulit sekaligus menjadi ujian mental bagi timnya.

“Setelah kartu merah yang cepat, kami harus bertarung lama melawan sebelas pemain Persebaya yang bermain dengan fisik, dan itu menunjukkan kualitas mental para pemain,” ungkap Jan Olde Riekerink.

Kondisi bermain dengan sepuluh pemain memaksa Riekerink melakukan penyesuaian taktik pada babak kedua.

Ia mengubah garis pertahanan menjadi lebih dalam untuk meredam tekanan yang terus diberikan Persebaya sebagai tuan rumah.

Riekerink juga menginstruksikan lini belakang Dewa United untuk bermain lebih rapat dengan menutup ruang di area pertahanan sendiri.

Ia menjelaskan bahwa strategi tersebut dilakukan dengan menarik posisi bertahan sekitar 20 hingga 25 meter guna mengantisipasi kecepatan serangan Persebaya.

Riekerink menyebut satu poin dari Surabaya sebagai modal penting untuk membangun konsistensi permainan, mentalitas, dan disiplin pemain dalam jangka panjang.

Pelatih asal Belanda itu menilai performa timnya menunjukkan perkembangan positif sebagai fondasi bagi Dewa United untuk kembali bersaing di papan atas kompetisi.

“Dalam jangka panjang, kami akan kembali ke posisi yang seharusnya,” ujarnya.

Pemain Dewa United Alta Ballah mengakui pertandingan berjalan sangat berat bagi timnya karena harus bermain dengan kekurangan jumlah pemain.

“Pertandingan ini sangat sulit bagi kami, terutama setelah kartu merah, tetapi kami bersyukur masih bisa mendapatkan satu poin,” kata Alta Ballah.

Alta Ballah juga mengungkapkan kerinduannya bermain di Stadion Gelora Bung Tomo.

Pemain yang merupakan putra dari mantan pesepak bola Liberia Anthony Jomah Ballah itu mengaku rindu suasana stadion dan menyanyikan lagu kebanggaan Persebaya berjudul Lagu untuk Kebanggaan.

Ia menjelaskan bahwa Persebaya merupakan mantan timnya yang telah memberinya banyak kesempatan dan pengalaman berharga.

“Saya ikut bernyanyi karena saya rindu dengan tim dan suasana Persebaya,” ungkapnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sektor Manufaktur China Menurun pada Awal 2026
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Realisasi Investasi KEK Tembus Rp335 Triliun Sepanjang 2025
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Segera Mekar, Bunga Bangkai di Kebun Raya Bogor Jadi Sarana Edukasi Konservasi
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bersiaplah Menyambut Badai, Tekanan Global dan Lokal Bakal Guncang RI
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
10 Hari Terkapar di Rumah Sakit Usai Ulang Tahun, Inul Daratista Pulang dengan Tubuh Pegal Linu
• 16 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.