Harga Emas Dunia Jatuh Lagi, Saham ANTM-MDKA Cs Babak Belur

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Saham-saham emiten tambang emas anjlok pada Senin (2/2/2026), seiring tekanan pasar domestik yang meluas di tengah kejatuhan saham-saham konglomerat.

Harga Emas Dunia Jatuh Lagi, Saham ANTM-MDKA Cs Babak Belur. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Saham-saham emiten tambang emas anjlok pada Senin (2/2/2026), seiring tekanan pasar domestik yang meluas di tengah kejatuhan saham-saham konglomerat.

Pelemahan tersebut juga terjadi seiring harga logam mulia acuan kembali mencatat penurunan tajam pada perdagangan pagi ini.

Baca Juga:
CIO Danantara Tegaskan Demutualisasi BEI Tak Ganggu Independensi Regulator

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.12 WIB, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) jatuh hingga auto rejection bawah (ARB) 14,95 persen ke Rp2.730 per unit.

Kemudian, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga terkena ARB 14,81 persen menjadi Rp920 per unit.

Baca Juga:
Harga Emas Antam (ANTM) Awal Pekan Melonjak Rp168 Ribu, Cek Lengkapnya

Selain itu, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) tumbang 14,13 persen ke Rp1.915 per unit.

Demikian pula, saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang tergelincir 13,52 persen, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) 13,45 persen, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 11,88 persen, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) 11,51 persen, dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) 10,69 persen.

Baca Juga:
IHSG Turun 4 Persen Pagi Ini, Tekanan Jual Saham Konglo Masih Berlanjut

Analis CBA Vivek Dhar dalam laporannya mengatakan, dikutip Dow Jones Newswires, aksi jual emas dan perak justru dinilai sebagai peluang beli, seiring pasar yang pada akhirnya diperkirakan kembali menunjukkan preferensi terhadap aset-aset keras (hard assets) dibandingkan dolar AS.

Menurut Dhar, sulit melihat penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) berikutnya sebagai awal dari tren penurunan harga emas dan perak yang berkelanjutan.

Pandangan tersebut, kata dia, hanya akan masuk akal jika terdapat stabilitas kebijakan AS yang bertahan lama, sementara saat ini masih terlalu dini untuk meyakini kondisi tersebut.

“Hingga kini, masih terlalu awal untuk percaya bahwa lanskap kebijakan AS akan stabil secara berkelanjutan,” ujar Dhar.

Pada perdagangan terbaru, Senin (2/2), harga emas spot tercatat turun 3,8 persen ke level USD4.710,42 per ons, sementara harga perak spot melemah 2,0 persen ke posisi USD83,63 per ons.

Sebelumnya, usai sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah, emas justru berbalik arah dan jatuh nyaris 9 persen dalam satu hari, pada Jumat (30/1) pekan lalu, menjadi penurunan harian terdalam sejak 1983.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Dalam waktu singkat, sentimen global berubah, salah satunya setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kandidat Ketua Federal Reserve (The Fed).

Pada Jumat (30/1) pekan lalu, harga emas spot sempat terjun 12,86 persen hingga USD4.679,51 per troy ons, sebelum ditutup melemah 8,84 persen di level USD4.895,44 per ons. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Indonesia Desak Israel Hormati Gencatan Senjata Setelah Serangan Mematikan di Gaza
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Usai Bencana Banjir Aceh Utara, Relawan PMI Bergerak Pulihkan Sumur Warga
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Milad ke-5, BSI Gelar "Langkah Emas" Ajak Masyarakat Merdeka Finansial
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenangan Stylish Jaravee Boonchant di Indonesia Women’s Open
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Bakal Jadi Pemegang Saham BEI, Danantara Jamin Independensi BEI Tetap Terjaga
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.