Pasbata Nilai Polri di Bawah Presiden Pilihan Konstitusional

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Relawan nasional Pasukan Bawah Tanah (Pasbata) Prabowo secara tegas menolak wacana penempatan Polri di bawah kementerian. Wacana tersebut dianggap berpotensi melemahkan fungsi strategis Polri dalam penegakan hukum, menjaga stabilitas keamanan, serta memperlambat pengambilan keputusan nasional.

Ketua Umum Pasbata Prabowo, David Febrian menyampaikan, posisi Polri di bawah presiden merupakan pilihan konstitusional sekaligus strategis. Hal itu sebagaimana diatur dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Dia menyebut, jalur komando langsung kepada presiden penting agar Polri dapat bertindak cepat, tegas, dan independen dalam menghadapi berbagai ancaman.

Baca Juga
  • Kapolri Tolak Polri Berada di Bawah Kementerian, Begini Argumennya
  • Kapolri: Saya Lebih Memilih Jadi Petani, daripada Menteri Kepolisian
  • Jenderal Gatot Heran, Kapolri Gunakan Bahasa Konflik, Kekuasaan, Intimidasi

Baik gangguan keamanan, kejahatan lintas sektor, serta dinamika nasional yang terus berkembang. Apalagi, sambung dia, Polri bukan sekadar institusi teknis administratif, melainkan alat negara yang berperan langsung menjaga hukum, keamanan, dan ketertiban nasional.

"Menempatkan Polri di bawah kementerian justru berisiko memperlambat perintah, memperpanjang birokrasi, dan membuka ruang tarik-menarik kepentingan politik sektoral. Ini dapat melemahkan respons negara terhadap ancaman keamanan," kata David kepada awak media di Jakarta, Senin (2/2/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Menurut David, di tengah tantangan global dan nasional yang semakin kompleks, mulai dari kejahatan siber, terorisme, konflik sosial, hingga kejahatan ekonomi, kecepatan komando dan kepastian hukum menjadi kunci utama. Hubungan langsung antara presiden dan kapolri memungkinkan respons yang cepat, terkoordinasi, dan selaras dengan kepentingan nasional.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemenag Salurkan Bantuan Rp596 Juta untuk Madrasah Terdampak Bencana di Cisarua
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Ada Adegan Berbahaya Saat Syuting Film Lisa BLACKPINK di Kota Tua
• 17 jam laludetik.com
thumb
Mariah Carey Enggan Disebut Legenda, Ini Alasannya
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Israel Menuduh Hamas Melanggar Perjanjian Gencatan Senjata, Serangan Udara di Gaza Tewaskan 26 Orang
• 2 jam laluerabaru.net
thumb
PGRI Minta DPR Bikin UU Perlindungan Guru, Baleg Akan Masukkan ke Prioritas
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.