JAKARTA, KOMPAS.com - Polusi menjadi pemandangan yang selalu menyelimuti jalan-jalan di Jakarta yang memang sibuk dilalui berbagai kendaraan.
Jalan Akses Marunda, Jakarta Utara, menjadi lokasi yang hampir setiap detiknya dilalui berbagai kendaraan, mulai dari dump truk, kontainer, truk trailer, minibus, dan kendaraan bermotor.
Asap hitam dari kendaraan berat atau sepeda motor selalu menghiasi langit di Jalan Akses Marunda.
Polusi semakin terlihat nyata di Jembatan Marunda arah Cilincing yang membentang sepanjang 300 meter di atas saluran Cakung Drain Rawa Malang.
Sebab, di jembatan ini, polusi dari kendaraan bercampur dengan pasir, sehingga berwarna cokelat dan beterbangan setiap kali kendaraan melintas.
Tak hanya itu, debu dan pasir tersebut juga menumpuk di sisi kiri dan kanan jembatan dan sebagian menyerupai lumpur, karena terkena air hujan.
Baca juga: Sensasi Naik Motor Membelah Padang Pasir Marunda
Pengendara mengeluhKondisi jembatan yang berdebu membuat sejumlah pengendara yang sering melintas di jembatan ini mengeluh.
"Kondisi jembatan ini mah parah banget ya berdebu apalagi dari arah Marunda ke Cilincing aduh baru mau naik jembatan aja berdebu parah. Debu kan biasanya enggak terlihat ya, ini mah kelihatan beterbangan warnanya kecokelatan parah," keluh pengendara bernama Nita (29) saat diwawancarai Kompas.com di lokasi, Jumat (30/1/2026).
Debu yang beterbangan tersebut akan mengotori tubuhnya dari ujung rambut hingga kaki.
Oleh karena itu, ia tak pernah lupa mengenakan masker dan menutup kaca helmnya ketika melintas di lokasi ini.
Bahkan, tas hitam yang digunakannya pun ikut berdebu setiap habis melintasi Jembatan Marunda untuk pergi bekerja di kawasan Tanjung Priok.
Ganggu pernapasanNita mengatakan, Jembatan Marunda adalah jembatan paling berdebu di Jakarta yang pernah ia lalui.
"Ini jembatan paling berdebu di Jakarta yang pernah saya laluin ya. Saya juga bingung ini debu dari mana. Kalau cuma dari kendaraan enggak mungkin sampai separah ini, ini mah kayak di padang pasir," ucap dia.
Oleh karena itu, dadanya sering sesak usai terpapar debu dan pasir di Jembatan Marunda kalau lupa mengenakan masker.
Pengendara lain, Iksan (40), mengaku debu dan pasir tetap seringkali masuk ke area wajah meski sudah mengenakan masker dan helm.
"Kita masih makai masker aja, itu kan jembatan hembusan anginnya kan pasti lebih kencang, pastinya pasirnya masuk ke bagian dalam helm," jelas dia.
Ketika debu dan pasir masuk ke mata, Iksan mengaku seringkali kehilangan fokus berkendara dan berpotensi membahayakan.
Baca juga: Melintas Jembatan Marunda bak Padang Pasir, Pengendara Sesak Napas hingga Nyaris Celaka
Pangkalan pasirIa menduga, pasir-pasir yang menumpuk di jembatan, berasal dari pangkalan pasir yang ada di sisi kiri Jalan Akses Marunda arah Cilincing.
"Enggak jauh dari sini ada tempat penampungan pasir, ya, mungkin partikel pasirnya beterbangan, terus dilintasi sama ban-ban kendaraan, terbawa ke ruas jalan, jadi banyak mengotori ruas jalan itu yang membuat debunya semakin parah," kata Iksan.



