Bisnis.com, JAKARTA - Nisfu Syaban berasal dari kata nisfu yang berarti pertengahan dan Syaban yang merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah. Dengan demikian, Nisfu Syaban merujuk pada malam pertengahan bulan Syaban, yaitu malam tanggal 15 Syaban.
Dalam tradisi Islam, malam Nisfu Syaban dikenal sebagai salah satu malam yang istimewa karena dikaitkan dengan turunnya ampunan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. Oleh sebab itu, malam ini sering diisi dengan berbagai amalan seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, istigfar, dan doa.
Keutamaan Malam Nisfu Syaban dalam IslamPara ulama menjelaskan bahwa malam Nisfu Syaban memiliki sejumlah keutamaan besar, salah satunya adalah sebagai malam pengampunan dosa (lailatul maghfirah).
Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki dalam kitab Maa Dzaa fi Sya'ban menjelaskan bahwa malam ke-15 bulan Syaban adalah malam di mana Allah SWT mencurahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada para hamba.
Hal ini didasarkan pada beberapa hadits Nabi Muhammad SAW, salah satunya hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Thabrani dan Ibnu Hibban dari Mu‘adz bin Jabal berikut:
يَطَّلِعُ اللهُ إِلَى جَمِيعِ خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
Baca Juga
- Keutamaan, Amalan, dan Bacaan Surat Yasin Lengkap di Malam Nisfu Syaban
- Doa Buka Puasa Nisfu Syaban dan Artinya
- Doa Malam Nisfu Syaban dan Keutamaannya, Baca Malam Ini
Artinya: “Allah memandang seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR Imam At-Thabrani dan Ibnu Hibban)
Meskipun hadits ini berstatus dhaif, Ustadz Alvin Nur Choironi dalam tulisannya di NU Online menjelaskan bahwa hadits tersebut tetap dapat diamalkan karena termasuk dalam fadhail a’mal, sebagaimana pandangan mayoritas ulama hadits yang dikutip oleh Imam An-Nawawi dalam kitab At-Taqrib.
Selain sebagai malam pengampunan, Nisfu Syaban juga dipahami sebagai momentum introspeksi diri dan persiapan rohani menyambut bulan Ramadan. Umat Islam dianjurkan untuk meninjau kembali kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, serta membersihkan hati dari dosa dan penyakit hati.
Namun, para ulama menegaskan bahwa ampunan Allah tidak turun secara otomatis, melainkan harus disertai dengan kesungguhan taubat dan usaha meninggalkan dosa.
Amalan yang Dianjurkan di Malam Nisfu SyabanUntuk meraih keutamaan malam Nisfu Syaban, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan-amalan berikut:
1. Shalat MalamUmat Islam dianjurkan memperbanyak shalat malam, seperti shalat tahajud, sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.
2. Membaca Al-Qur’anMalam Nisfu Syaban merupakan waktu yang baik untuk memperbanyak tilawah Al-Qur’an, merenungi maknanya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
3. Istigfar dan DoaIstigfar menjadi amalan utama pada malam ini, mengingat Nisfu Syaban dikenal sebagai malam pengampunan dosa. Doa-doa yang dipanjatkan biasanya berkaitan dengan permohonan ampunan, umur panjang dalam ketaatan, serta rezeki yang halal dan berkah.
4. Puasa SunnahSelain malamnya, siang hari tanggal 15 Syaban juga dianjurkan untuk diisi dengan puasa sunnah sebagai bentuk penyempurnaan ibadah.
Dosa-Dosa yang Tidak Diampuni di Malam Nisfu SyabanMeski Nisfu Syaban disebut sebagai malam pengampunan, terdapat beberapa dosa besar yang tidak diampuni, kecuali jika pelakunya melakukan taubat nasuha.
1. Syirik (Menyekutukan Allah)Syirik merupakan dosa terbesar dalam Islam. Dalam hadits disebutkan bahwa orang yang melakukan syirik tidak mendapatkan ampunan Allah pada malam Nisfu Syaban.
2. Permusuhan dan Perpecahan (Musyahin)Permusuhan, kebencian, dan konflik yang menyebabkan perpecahan di antara sesama Muslim juga menjadi penghalang turunnya ampunan Allah.
3. Zina sebagai Dosa BesarSayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki menyebut bahwa dosa besar seperti zina tidak termasuk dosa yang diampuni di malam-malam pengampunan, termasuk malam Nisfu Syaban.
Hal ini didasarkan pada hadits shahih riwayat Bukhari, Tirmidzi, dan An-Nasa’i dari Ibnu Mas‘ud:
“Abdullah bin Mas‘ud bertanya, ‘Wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling berat?’
Rasulullah menjawab, ‘Engkau menjadikan sesuatu sebagai tandingan Allah yang telah menciptakanmu.’
Abdullah bertanya lagi, ‘Kemudian apa lagi wahai Rasulullah?’
Rasulullah menjawab, ‘Engkau membunuh orang tuamu karena takut dia makan bersamamu.’
Abdullah bertanya lagi, ‘Kemudian apa lagi?’
Rasulullah menjawab, ‘Engkau berzina dengan istri tetanggamu.’”
(HR Bukhari, Tirmidzi, dan An-Nasa’i)
Perbuatan durhaka kepada orang tua juga termasuk dosa besar. Ustadz Alvin menjelaskan bahwa makna “membunuh orang tua” dalam hadits tidak hanya terbatas pada pembunuhan secara fisik, tetapi juga mencakup segala bentuk kedurhakaan, seperti menyakiti, melawan, dan mengabaikan orang tua.
Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Malam Nisfu SyabanBeberapa kesalahan yang sering dilakukan umat Islam pada malam Nisfu Syaban antara lain:
- Mengira dosa otomatis diampuni tanpa taubat
- Rajin ibadah, tetapi tetap memelihara permusuhan
- Fokus pada ritual, tetapi mengabaikan akhlak
- Meremehkan dosa besar dengan alasan malam pengampunan
Padahal, para ulama menegaskan bahwa ampunan Allah harus disertai dengan taubat yang sungguh-sungguh dan niat kuat untuk meninggalkan dosa.
Malam Nisfu Syaban merupakan malam istimewa yang penuh rahmat dan ampunan. Namun, keutamaan tersebut tidak akan diraih oleh orang-orang yang masih melakukan dosa besar seperti syirik, permusuhan, zina, dan durhaka kepada orang tua tanpa disertai taubat.
Oleh karena itu, selain memperbanyak ibadah, umat Islam hendaknya menjauhi dosa-dosa besar, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan membersihkan hati, agar benar-benar termasuk golongan yang mendapatkan ampunan Allah SWT di malam Nisfu Syaban.




