RIYADH, KOMPAS.TV - Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi melakukan gebrakan menangguhkan kontrak operasi 1.800 travel Haji dan Umrah asing. Penangguhan tersebut dilakukan khususnya untuk sektor Umrah.
Sebanyak 5.800 travel di antaranya diberikan 10 hari untuk memperbaiki status mereka.
Baca Juga: Petugas Haji Perempuan Capai 33 Persen, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi Beri Apresiasi
Keputusan tersebut diambil menyusul hasil evaluasi berkala yang mengungkap kekurangan kinerja dari travel tersebut.
Selain itu, juga kualitas layanan yang buruk di antara lembaga-lembaga tersebut.
Dikutip dari Arab News, Minggu (1/2/2026), Kementerian Haji dan Umrah Saudi menegaskan penangguhan tersebut hanya berlaku untuk penerbitan visa baru.
Juga merupakan bagian dari pendekatan regulasi untuk membantu lembaga-lembaga mengatasi masalah klasifikasi dan meningkatkan kepatuhan terhadap standar yang disetujui.
Mereka menegaskan kontrak akan diaktifkan kembali setelah persyaratan dipenuhi dalam masa tenggang.
Kementerian itu mengonfirmasi bahwa jamaah Umrah yang memiliki visa atau renovasi yang sah tak akan berpengaruh.
Mereka menegaskan layanan tersebut akan berlanjut tanpa perubahan.
Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada
Sumber : Arab News
- arab saudi
- kementerian haji dan umrah
- travel haji dan umrah
- travel asing
- umrah
- travel




