Saham yang Diburu Sejak Ditawarkan

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

Ekonomi Indonesia mengalami guncangan yang sangat keras. Penyebabnya adalah rontoknya Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia yang dimulai pada perdagangan Rabu, 28 Januari 2026. Gejolak hebat ini dipicu oleh pengumuman yang diterbitkan Morgan Stanley Capital International atau MSCI pada Rabu (28/1/2026) pagi yang memberikan sentimen negatif ke investor.

Akibat sentimen negatif ke investor itu, dalam beberapa hari indeks perdagangan saham menurun tajam, bahkan hingga menyentuh batas trading halt 8 persen. Akibatnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) terpaksa menghentikan sementara perdagangan (trading halt) selama 30 menit. Hal ini dilakukan untuk menjaga pasar saham agar tetap teratur, wajar, dan efisien, serta memberi waktu kepada para pelaku pasar untuk merespons kondisi pasar secara lebih bijak.

Saham sendiri merupakan instrumen keuangan yang menjadi bukti sah atas kepemilikan seseorang atau badan hukum terhadap sebuah perusahaan. Ketika kita memiliki saham maka kita adalah salahs atu pemilik perusahaan yang sahamnya kita miliki. Dengan status pemilik saham maka kita berhak mendapatkan bagian keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan, potensi keuntungan dari selisih harga beli dan jual saham, berhak hadir dalam rapat umum pemegang saham, dan punya hak atas aset perusahaan.

Dengan keistimewaan itu, sudah pantas jika saham menjadi salah satu pilihan investor untuk berinvestasi dan mencari keuntungan. Banyak investor yang mulai berburu saham, sejak perusahaan memutuskan untuk melakukan initial public offering (IPO) atau penawaran umum perdana. Ini adalah proses di mana perusahaan swasta menjual sahamnya kepada masyarakat umum untuk pertama kalinya sekaligus resmi mencatatkan sahamnya lantai bursa, dalam hal ini di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sejak awal diperdagangkan, saham perusahaan sudah banyak menjadi rebutan investor. Saham perusahaan-perusahaan besar, mempunyai fondasi yang kuat, dan melayani kepentingan banyak orang selalu menjadi incaran sejak IPO, seperti perusahaan perbankan, telekomunikasi, dan pertambangan. Investor berbondong-bondong membeli saham dengan harapan mendapatkan keuntungan.

Sejumlah foto dalam arsip Kompas memperlihatkan tingginya minat investor untuk membeli saham perusahaan. Mereka rela antre berjam-jam untuk membeli saham. Seperti yang terlihat saat penjualan perdana saham PT Indosat pada 1994. Pada Rabu, 19 Oktober 1994, puluhan mungkin ratusan pialang saham terlibat saling dorong dan berebut memasang penawaran pada penjualan perdana saham PT Indosat di Bursa Efek Jakarta.

Dalam arsip foto Kompas lainnya diketahui bahwa penjualan saham perdana PT Indosat ternyata tidak diantre seperti umumnya penjualan saham perdana. Tahun itu Indosat melakukan dual listing di bursa nasional dan Bursa Efek New York. Perusahaan jasa telekomunikasi ini melepas 35 persen sahamnya kepada masyarakat. Jumlah saham yang ditawarkan di Indonesia sebanyak 10 persen, atau 80,251 juta lembar, sementara yang ditawarkan di New York sebanyak 25 persen.

Penjualan di Indonesia melibatkan sebanyak 140 agen penjual dalam penawaran perdana ini. Salah satu lokasi penjualan perdana saham Indosat dilakukan di Gedung Utama Senayan, Jakarta. Karena tidak ada antrean, setiap transaksi hanya berjalan sekitar 15 menit jika semua persyaratan lengkap.

Baca JugaArsip Foto Kompas: Djakarta Theater Melintasi Zaman 

Berbeda dari penjualan perdana saham PT Indosat, dari arsip foto Kompas dapat ditemui foto-foto antrean investor yang hendak membeli saham. Seperti terlihat dari foto liputan penjualan perdana saham PT Bakrie Telekom Tbk di Jakarta pada 26 Januari 2006. Saat itu, orang-orang antre untuk dapat membeli bagian dari 5,5 miliar saham PT Bakrie Telekom Tbk yang ditawarkan dengan harga Rp 110 per lembar saham. Mereka berbaris rapi menuju meja pelayanan.

Antrean serupa juga terlihat pada masa penawaran umum perdana saham PT Bernakat Petroleum Energy Tbk (BPE) di Bank Capital, Mega Kuningan, Jakarta, 3 Februari 2010. Saat itu, perusahaan yang bergerak di bidang energi tersebut menetapkan harga IPO sebesar Rp 140 per saham dan berharap dapat menghimpun dana sebesar Rp 2,6 triliun.

Begitu juga dengan penjualan perdana saham sejumlah perusahaan lain seperti antrean saham PT Berau Coal Energy (Tbk) di Jakarta, 10 Agustus 2010 lalu. Antrean juga terlihat dari rekaman lensa Kompas pada penawaran umum saham perdana PT Bank Multicor Tbk (2007), PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia (2008), dan PT Wijaya Karya (2007).

Dalam antrean investor yang berburu saham perdana perusahaan itu terkadang muncul satu pemandangan unik, yaitu ibu yang sedang menggendong anaknya. Dalam penawaran umum saham perdana PT CP Prima di Jakarta, 20 November 2006, sejumlah ibu yang turut antre membawa serta anaknya. Begitu juga dalam antrean penawaran umum saham perdana PT Bank Multicor Tbk di kawasan Senayan, Jakarta, 25 Juni 2007. Dalam foto yang diabadikan wartawan foto Kompas terlihat seorang ibu mengamati formulir sambil menggendong anak.

Bagi investor, saham merupakan salah satu bentuk investasi yang diminati. Dengan memiliki saham, seorang investor bisa menjadi bagian dari pemilik perusahaan dan punya kesempatan untuk mendapatkan laba dari jalannya perusahaan. Namun, jangan salah strategi agar ”cuan” yang diharapkan tidak menjadi malapetaka karena rugi besar.

Baca JugaArsip Foto ”Kompas”: Jalan Panjang Warga Tuli dalam Meraih Hak yang Seimbang
Baca JugaArsip Foto ”Kompas”: Kehangatan yang Akan Selalu Dikenang di Borobudur Marathon
Baca JugaArsip Foto ”Kompas”: Akhir Era Minyak Tanah


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Bakal Evaluasi Program Satu Tahun Pemerintahan di Rakornas Sentul
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kaltim bidik bangun tepi sungai di Samarinda anggarkan Rp1,7 triliun
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo Sebut Sawit Tanaman Ajaib, Banyak Pemimpin Negara Minta Supply!
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Hamdan dan Masa Kecil yang Tinggal Puing di TPU Kebon Nanas
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
5 Fakta Aksi Warga Tolak Party Station di Kartika One Hotel Lenteng Agung
• 3 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.