Kronologi Kurir Paket di Cianjur Dikeroyok Warga, Berawal karena Salah Paham Soal COD

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kronologi kurir paket di Cianjur dikeroyok warga. Korban diduga dianiaya karena salah paham soal COD (Cash on Delivery).

Seorang kurir paket menjadi korban pengeroyokan sejumlah oknum di Cianjur, Jawa Barat. Peristiwa ini terjadi di Kampung Cinangka, Desa Mekarmulya, pada Kamis (29/1/2026).

Kurir yang menjadi korban diketahui bernama Abdul Qudus. Lantas bagaimana kronologinya?

Kronologi

Dilansir dari Kompas TV, permasalahan muncul saat korban sedang mengantarkan paket ke rumah salah satu pelaku, namun yang bersangkutan tidak berada di rumah.

Transaksi yang dipilih adalah menggunakan sistem COD. Saat itu korban menyarankan agar uang pembayaran dititipkan supaya transaksi tetap berjalan meski penerima paket sedang tidak berada di rumah.

Perkataan korban justru membuat pelaku tidak terima. Pelaku kemudian menghadang dan menganiaya korban bersama beberapa temannya.

"Pelaku yang berjumlah tiga orang melakukan penganiayaan berupa pemukulan terhadap korban," ujar Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Fajri Ameli Putra, dikutip dari Tribunnews.

Akibatnya, korban mengalami luka robek di bagian kepala. Sementara ketiga terduga pelaku berinisial RZ (19), AR (18), dan NR (28) telah diamankan.

Kasus Serupa di Daerah Lain

Pada September 2025 lalu, seorang pria berinisial KC tega menganiaya kurir paket berinisial ID (22). Permasalahan bermula karena uang Rp 30 ribu untuk paket sistem COD.

 

Setelah melakukan penganiayaan, pelaku sempat melarikan diri ke wilayah Tangerang. Namun pelaku kini telah ditahan oleh Polres Metro Bekasi Kota.

"Karena mengetahui sedang diburu oleh Tim Buser Sat reskrim Bekasi kota dan dihimbau untuk menyerahkan diri setelah sempat melarikan diri ke daerah Tangerang Kota," ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.

Kronologi kurir paket di Cianjur dikeroyok warga berawal dari kesalahpahaman terkait COD. Dua kasus di atas menjadi contoh dari rentannya salah paham antara pengantar dan penerima paket dengan sistem pembayaran di tempat. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hasil Liga Italia: Drama Penalti Menit Akhir, Como Ditahan Atalanta
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Guru SD Kaget Ketemu Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jadi Tersangka, Bahar bin Smith Bakal Penuhi Panggilan Polisi 4 Februari
• 2 menit lalukompas.com
thumb
Istana Masih Proses Surat Pengunduran Diri 3 Petinggi OJK
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Red Notice Interpol untuk Buron Kasus Korupsi BBM Riza Chalid Berlaku hingga 2031
• 7 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.