Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan harga di tiga provinsi yang baru saja dilanda bencana hidrometeorologi, yakni Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Ketiga wilayah tersebut kompak mencatatkan deflasi pada Januari 2026, berbalik arah dari tren inflasi tinggi pada bulan sebelumnya.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan penurunan harga pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penekan utama indeks harga di wilayah terdampak banjir dan longsor tersebut.
“Ini khusus inflasi pascabencana pada tiga provinsi yang terkena bencana hidrometeorologi. Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mengalami deflasi pada Januari 2026 setelah sebelumnya mengalami inflasi cukup tinggi,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Ateng merincikan bahwa Sumbar mencatatkan deflasi terdalam secara nasional pada Januari 2026, yakni sebesar 1,15% secara bulanan (month to month/MtM). Padahal pada Desember 2025, provinsi ini mengalami inflasi sebesar 1,48% MtM.
Pola serupa terjadi di Aceh. Setelah lonjakan inflasi ekstrem sebesar 3,60% MtM pada Desember 2025, Serambi Mekkah mencatatkan deflasi 0,15% MtM pada Januari 2026.
Demikian pula dengan Sumut yang berbalik mengalami deflasi 0,75% MtM, setelah pada bulan sebelumnya mencatat inflasi 1,66% MtM.
Baca Juga
- Penurunan Harga Bawang dan Cabai Bikin RI Alami Deflasi pada Januari 2026
- Laporan BPS: Januari 2026 Terjadi Deflasi 0,15%
- Tak Capai Target, Ekspor RI US$282,91 Miliar Naik 6,15% Sepanjang 2025
“Aceh [deflasi] utamanya didorong penurunan harga telur ayam ras, sedangkan di Sumatra Utara dan Sumatra Barat didorong oleh penurunan harga cabai merah,” jelas Ateng.
Secara nasional, BPS melaporkan perkembangan harga yang bervariasi antarwilayah. Sebanyak 20 provinsi mengalami inflasi, sementara 18 provinsi lainnya mengalami deflasi.
Adapun, inflasi tertinggi tercatat di Maluku Utara sebesar 1,48% MtM, kontras dengan Sumatra Barat yang mencatatkan deflasi terendah atau terdalam.




