Semarang, tvOnenews.com - Kuliah umum mengangkat tema Komunitas Hadrami di Semarang menjadi agenda utama dalam kunjungan akademik Program Studi Sarjana Ilmu Sejarah Universitas Indonesia (UI) ke Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Rabu (22/1/2025).
Kuliah tersebut disampaikan oleh Rabith Jihan Amaruli, S.S., M.Hum. Tema yang dibahas selaras dengan fokus kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UI, yakni dinamika persebaran Islam serta perkembangan kerajaan dan kesultanan di Semarang. Selain komunitas Hadrami, pemaparan juga menyinggung sejarah Semarang secara lebih luas.
Kunjungan akademik ini tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan antara Universitas Indonesia dan Universitas Diponegoro, namun juga memperkaya wawasan keilmuan mahasiswa melalui diskusi dan pertukaran gagasan lintas institusi.
Agenda kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Alamsyah, S.S., M.Hum., yang menyampaikan sambutan sekaligus menyambut dengan antusias kehadiran rombongan Program Studi Sarjana Ilmu Sejarah Universitas Indonesia. Dari pihak Universitas Indonesia sambutan disampaikan oleh Dr. Abdurakhman, S.S., M.Hum.
Selain kuliah umum, kegiatan juga diisi dialog akademik mengenai pengembangan kurikulum. Diskusi ini menjadi penting mengingat baik Universitas Indonesia maupun Universitas Diponegoro saat ini sama-sama menjalankan dua kurikulum, yaitu Kurikulum 2020 dan Kurikulum 2025, sehingga diperlukan ruang dialog untuk membandingkan kerangka, capaian pembelajaran, struktur mata kuliah, serta strategi implementasi masing-masing kurikulum.
Dalam diskusi kurikulum, presentasi dari pihak Universitas Indonesia disampaikan oleh Yudi Bachrioktora, M.A. dan dari pihak Universitas Diponegoro dilakukan oleh Prof. Dr. Drs. Dhanang Respati Puguh, M.Hum.
Melalui kunjungan ini, UI dan Undip diharapkan dapat saling memperkuat mutu akademik serta menyesuaikan kurikulum dengan dinamika keilmuan dan perubahan kebijakan pendidikan tinggi.



