Beijing (ANTARA) - OPEC+ memutuskan lanjutkan penangguhan kenaikan produksi minyak pada Maret 2026.
Keputusan tersebut diambil usai pertemuan virtual negara-negara anggota OPEC+, antara lain Arab Saudi, Rusia, Irak, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman, untuk meninjau kondisi pasar global dan prospek ekonomi.
Delapan negara anggota OPEC+ itu telah menaikkan produksi minyak secara bulanan sejak April 2025. Namun, pada akhir November tahun lalu, mereka memutuskan untuk menangguhkan kenaikan produksi pada tiga bulan pertama tahun 2026 karena faktor musiman.
Menurut pernyataan tersebut, kedelapan negara tersebut akan menerapkan pendekatan yang hati-hati dan mempertahankan fleksibilitas penuh dalam menyesuaikan level produksi sesuai kebutuhan sebagai respons terhadap perkembangan pasar.
OPEC mengatakan kedelapan negara itu akan menggelar pertemuan pada 1 Maret 2026 guna mengambil keputusan lebih lanjut.
Keputusan tersebut diambil usai pertemuan virtual negara-negara anggota OPEC+, antara lain Arab Saudi, Rusia, Irak, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman, untuk meninjau kondisi pasar global dan prospek ekonomi.
Delapan negara anggota OPEC+ itu telah menaikkan produksi minyak secara bulanan sejak April 2025. Namun, pada akhir November tahun lalu, mereka memutuskan untuk menangguhkan kenaikan produksi pada tiga bulan pertama tahun 2026 karena faktor musiman.
Menurut pernyataan tersebut, kedelapan negara tersebut akan menerapkan pendekatan yang hati-hati dan mempertahankan fleksibilitas penuh dalam menyesuaikan level produksi sesuai kebutuhan sebagai respons terhadap perkembangan pasar.
OPEC mengatakan kedelapan negara itu akan menggelar pertemuan pada 1 Maret 2026 guna mengambil keputusan lebih lanjut.



