JAKARTA, KOMPAS.TV - Istana menyatakan akan berdialog dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait usulan agar Indonesia mundur dari Board of Peace atau Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
"Kita nanti akan berdialog dengan MUI," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, di Bogor, Senin (2/2/2026), sebagaimana laporan jurnalis KompasTV, Cindy dan Anggi.
Ia menuturkankan pemerintah akan memberikan penjelasan mengenai alasan Indonesia bergabung dengan Dewan Keamanan.
"Nanti kita akan berikan penjelasan kenapa kita memutuskan untuk bergabung di Board of Peace ini," ucapnya.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Ungkap Peran dan Alasan Indonesia Gabung Board of Peace untuk Gaza Bentukan Trump
Prasetyo mengatakan Dewan Perdamaian menjadi cara pemerintah Indonesia membangun dialog dan memberi masukan demi kemerdekaan Palestina.
"Kalau kita tidak ikut bergabung, bagaimana kita berdialog untuk memberikan masukan, memberikan pendapat dalam rangka kita memastikan perjuangan kita supaya bangsa Palestina bisa diakui kemerdekaannya," ujarnya.
Lebih lanjut, Prasetyo menanggapi terkait iuran Dewan Keamanan. Ia mengatakan Indonesia akan membayar iuran sebesar 1 miliar dolar Amerika Serikat atau hampir Rp17 triliun (kurs Rp16.800) sebagai komitmen keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian.
"Itu bagian dari komitmen," ujarnya.
Baca Juga: Trump Puji Prabowo Saat Penandatanganan Board of Peace: Dia Pria Tangguh
Diberitakan sebelumnya, MUI meminta Pemerintah untuk mempertimbangkan kembali keterlibatannya dalam Board of Peace, termasuk opsi untuk menarik diri dari forum tersebut.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- mensesneg
- prasetyo hadi
- istana
- prabowo subianto
- mui
- dewan perdamaian





