Anggota DPR minta pemerintah kampanye digital cegah virus Nipah

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa meminta pemerintah untuk meluncurkan kampanye digital protokol kesehatan yang berfokus pada pencegahan penyakit zoonosis, seperti virus Nipah.

"Tantangan kesehatan ke depan banyak bersumber dari zoonosis (penularan dari hewan ke manusia), seperti virus Nipah. Pemerintah harus memanfaatkan platform digital secara masif untuk mengedukasi masyarakat tentang bagaimana protokol berinteraksi dengan hewan dan menjaga kebersihan pangan agar tidak terkontaminasi," ujar Neng Eem dikutip di Jakarta, Senin.

Legislator asal Jawa Barat itu mengusulkan agar kementerian terkait memproduksi konten edukasi kreatif yang mudah dipahami, terutama mengenai cara mencuci buah dengan benar dan menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh hewan liar.

Baca juga: Waspada migrasi kelelawar dan burung berpotensi sebarkan virus Nipah

Kampanye itu diharapkan mampu menjangkau hingga ke pelosok daerah melalui media sosial dan jaringan komunikasi publik.

"Protokol kesehatan harus berevolusi. Masyarakat perlu tahu bahwa menjaga kebersihan makanan, seperti mencuci buah yang mungkin terpapar air liur kelelawar adalah bagian dari pertahanan kesehatan nasional kita saat ini," katanya.

Selain itu,Neng Eem menekankan pentingnya kolaborasi antara pakar kesehatan manusia dan pakar kesehatan hewan dalam menyusun narasi kampanye tersebut. Dengan demikian, menurutnya, informasi yang sampai ke masyarakat bisa bersifat akurat dan berbasis sains, namun tetap sederhana.

Baca juga: Wamenkes: Virus Nipah belum masuk Indonesia

“Kita harus proaktif. Kampanye digital yang cerdas dan tepat sasaran akan membangun kewaspadaan publik tanpa memicu kepanikan. Tujuannya adalah membangun kemandirian masyarakat dalam menerapkan prokes secara sadar sebagai gaya hidup baru,” kata Neng Eem.

Melalui penguatan literasi digital itu, Neng Eem berharap mata rantai penularan penyakit zoonosis dapat diputus sejak di tingkat rumah tangga, sekaligus mendukung upaya skrining ketat yang tengah dilakukan pemerintah di pintu-pintu masuk negara.

“Literasi masyarakat mengenai risiko penyakit zoonosis masih perlu ditingkatkan agar protokol kesehatan tidak hanya dipandang sebagai pencegahan antar-manusia, tetapi juga interaksi dengan lingkungan dan hewan,” katanya.

Baca juga: Kemenkes minta masyarakat tingkatkan kewaspadaan virus nipah



Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bansos PKH-BPNT 2026 Sudah Cair Mulai Februari 2026, Ini Cara Cek Penerima dan Besarannya
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Bursa Transfer: Juventus Resmi Rekrut Jeremie Boga, 2 Pemain Lagi Bakal Menyusul Setelah Kemenangan 4-1 atas Parma?
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Perampingan BUMN Tanpa PHK, Efisiensi Diperkirakan Mencapai Rp 50 Triliun
• 8 jam lalugenpi.co
thumb
Dion Markx Buka-bukaan dengan Tawaran Persib dan Pendekatan Bojan Hodak: Klub Besar, Sarat Prestasi, dan Juara 2 Kali Beruntun
• 22 jam lalubola.com
thumb
Keluarga Ziarah ke Makam Lula Lahfah, Kakak Hias Pusara Adik dengan Bunga Matahari
• 20 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.