Presiden Prabowo Subianto mengatakan tidak punya mimpi untuk membawa Indonesia menjadi negara dengan pendapatan per kapita tinggi seperti negara maju di Eropa.
Ia mengatakan, saat ini berfokus pada pemerataan kebutuhan dasar masyarakat lebih baik.
“Kita tidak bermimpi untuk menjadi high income country. Kita tidak bermimpi kita mau hidup seperti Norwegia atau Kanada,” ujar Prabowo saat berikan taklimat Rakornas Pemerintah Pusat-Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor pada Senin (2/2).
Prabowo menilai, salah satu indikator negara maju dan modern adalah saat masyarakatnya mengalami kualitas hidup yang baik. Saat ini, menurutnya, pemerintah sedang berusaha untuk mengejar hal tersebut melalui program-program yang diturunkan dari Asta Cita.
“Kita hanya mau supaya semua rakyat kita hidup, kualitas hidupnya baik. Artinya makan harus cukup, sehat, kesehatannya harus dijamin, anak-anaknya harus sekolah dengan baik, dia punya penghasilan yang cukup,” tuturnya.
“Dan inilah strategi yang kita buat ya, yang saya sebut delapan misi dari Asta Cita, 17 program prioritas dan 8 program hasil terbaik cepat,” lanjut dia.
Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 diikuti oleh sekitar 4.487 peserta. Mereka terdiri atas unsur kementerian/lembaga, gubernur, bupati/wali kota, pimpinan DPRD, serta anggota Forkopimda dari tingkat provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Dalam acara itu, Presiden Prabowo juga mengajak semua unsur yang ada di Indonesia untuk ikut berkontribusi dalam menghilangkan kemiskinan. Ia juga menyinggung masih banyak kelompok yang justru menimbulkan keraguan untuk mengatasi kemiskinan.
Prabowo menyinggung kelompok yang meragukan target pemberantasan kemiskinan. Dia menilai agar selalu optimis terhadap target-target pemerintah.
“Kita tidak boleh mengatakan ‘aduh apa bisa?’ ‘apa mampu?’ karena di sini banyak kelompok ada kelompok-kelompok ‘apa bisa’ ‘apa mampu’ selalu menimbulkan keraguan-keraguan ini orang Indonesia atau orang apa ini saya bingung,” ujarnya.





