Caracas: Amerika Serikat resmi membuka kembali misi diplomatiknya di Venezuela setelah terputus selama tujuh tahun. Langkah ini menandai babak baru normalisasi hubungan Washington–Caracas pascajatuhnya pemerintahan Nicolas Maduro serta percepatan pembebasan tahanan politik di negara Amerika Selatan tersebut.
Kuasa Usaha Amerika Serikat untuk Venezuela, Laura Dogu, tiba di Bandara Internasional Maiquetía pada Sabtu.
“Saya baru saja tiba di Venezuela. Tim saya dan saya siap untuk bekerja,” tulis Dogu melalui akun resmi Kedutaan Besar Amerika Serikat di Caracas, seperti dikutip Euronews, Senin, 2 Februari 2026.
Reaktivasi misi diplomatik ini disebut sebagai tindak lanjut dari perubahan politik besar di Venezuela pada awal Januari lalu.
Menteri Luar Negeri Venezuela Yván Gil menyambut positif kehadiran diplomat AS tersebut. Ia menyatakan bahwa kembalinya perwakilan diplomatik Washington merupakan bagian dari agenda bersama untuk menyusun peta jalan kerja sama bilateral.
“Tujuan kami adalah mengatasi perbedaan melalui dialog diplomatik yang berlandaskan rasa hormat penuh dan hukum internasional,” ujar Gil.
Sebelum pembukaan resmi ini, delegasi pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah mengunjungi Caracas pada 9 Januari untuk menilai kesiapan teknis dan logistik gedung kedutaan. Menteri Dalam Negeri Venezuela Diosdado Cabello menegaskan bahwa pengaktifan kembali kedutaan akan memulihkan layanan konsuler yang selama ini sangat dibutuhkan warga kedua negara.
Momentum normalisasi hubungan ini bertepatan dengan pengumuman Rancangan Undang-Undang Amnesti oleh Presiden Interim Venezuela Delcy Rodríguez. RUU tersebut dirancang untuk membebaskan ratusan tahanan dan memulihkan stabilitas nasional.
“Ini adalah undang-undang yang bertujuan menyembuhkan luka akibat konfrontasi politik selama bertahun-tahun,” kata Rodríguez.
Data dari lembaga swadaya masyarakat Foro Penal mencatat sedikitnya 310 tahanan telah dibebaskan hingga kini, meski pemerintah mengklaim jumlahnya telah melampaui 600 orang. Di sisi lain, Washington juga mengonfirmasi pembebasan seluruh warga negara Amerika Serikat yang sebelumnya ditahan di penjara-penjara Venezuela.
Hubungan diplomatik Washington dan Caracas sempat terputus total pada Februari 2019, ketika pemerintahan Trump memberikan pengakuan resmi kepada tokoh oposisi Juan Guaidó sebagai pemimpin sah Venezuela. Sejak saat itu, seluruh staf diplomatik AS ditarik dan kantor kedutaan ditutup.
Reaktivasi misi diplomatik pada 2026 ini dipandang sebagai sinyal kuat kembalinya keterlibatan Amerika Serikat di Venezuela, sekaligus upaya membuka kembali jalur formal internasional bagi pemulihan ekonomi negara tersebut. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Venezuela Bebaskan 9 Tahanan Politik, Termasuk Aktivis HAM Javier Tarazona


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F02%2F02%2F6d2d37795fda44cf92d3e78441845b09-WhatsApp_Image_2026_02_02_at_13.25.03.jpeg)
