REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Super Bank Indonesia Tbk memperluas distribusi produk pinjaman digitalnya dengan menghadirkan akses pengajuan Pinjaman Atur Sendiri (PAS) langsung melalui aplikasi Grab. Langkah ini memperkuat strategi ekspansi layanan perbankan digital Superbank di tengah pertumbuhan ekonomi berbasis platform dan meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat.
Bank dengan layanan digital yang didukung Grab, Emtek, Singtel, KakaoBank, dan GXS tersebut memperdalam kolaborasi dalam ekosistem Grab dengan memungkinkan jutaan pengguna dan mitra terpilih mengajukan pinjaman langsung dari aplikasi yang mereka gunakan sehari-hari. Integrasi ini tidak hanya memperluas basis nasabah, tetapi juga memperkuat penetrasi layanan keuangan formal di segmen yang selama ini masih terbatas aksesnya.
- Luhut Nilai Peringatan MSCI Momentum Reformasi Pasar Modal
- Ancaman Khamenei Perluas Perang Jika Iran Diserang dan Respons Trump
- Pemerintah Percepat Pengembangan Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi
Melalui fitur baru ini, pengajuan PAS dapat dilakukan langsung di aplikasi Grab, sehingga proses pembiayaan menjadi lebih efisien. Pendekatan tersebut memperkuat model embedded finance yang mengintegrasikan layanan keuangan ke dalam aktivitas ekonomi digital, dengan tetap memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan perbankan yang berlaku.
Presiden Direktur Superbank Tigor M Siahaan mengatakan perluasan akses PAS melalui Grab mencerminkan upaya bank memperluas jangkauan pembiayaan secara berkelanjutan, khususnya ke segmen underbanked yang memiliki peran penting dalam perekonomian.
.rec-desc {padding: 7px !important;}“Melalui kolaborasi ekosistem, kami ingin membuka akses pembiayaan bank yang bertanggung jawab dengan proses lebih cepat di aplikasi Grab, sekaligus memastikan seluruh proses tetap berjalan secara aman, transparan, dan prudent sesuai prinsip kehati-hatian perbankan,” ujar Tigor melalui keterangan, Senin (2/2/2026).
PAS merupakan produk pinjaman digital tanpa agunan yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas bagi nasabah dalam mengelola arus kas. Nasabah dapat menentukan sendiri jumlah pinjaman, tenor, dan tanggal jatuh tempo, serta melakukan pinjaman berulang tanpa harus menunggu pelunasan penuh, dengan mekanisme yang transparan sebagai produk bank.
Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi menilai integrasi pengajuan PAS memperluas peran ekosistem digital dalam mendukung aktivitas ekonomi pengguna. “Kolaborasi dengan Superbank sebagai bank berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia memungkinkan pengguna terpilih mengakses solusi pembiayaan yang lebih aman dan bertanggung jawab untuk mendukung kebutuhan finansial mereka,” ujarnya.



