Reformasi Pasa Modal, BEI Bakal Lakukan Percepatan Pendalaman Pasar

bisnis.com
18 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan akan melakukan percepatan pendalaman pasar sebagai bagian dari reformasi pasar modal. 

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik mengatakan dalam konteks pendalaman pasar dari sisi demand, khususnya untuk mendatangkan lebih banyak investor global, BEI sudah menampung banyak concern dari beberapa index provider.

“Minggu lalu kami berkomunikasi dengan FTSE, dan besok kami akan berkomunikasi lagi dengan MSCI,” ujar Jeffrey, Minggu (1/2/2026).

Dia menuturkan Bursa akan meningkatkan keterbukaan atau disclosure yang sudah disampaikan ke publik melalui website BEI awal Januari ini. BEI juga menyampaikan akan meningkatkan disclosure kepemilikan saham secara granular, termasuk untuk data kepemilikan saham atau shareholder di bawah 5%, sehingga setara dengan bursa-bursa global lainnya. 

“Kami akan melaksanakan ini di awal Februari 2026,” ucapnya. 

Selain itu, lanjutnya, BEI bersama KSEI juga akan meningkatkan klasifikasi tipe investor dengan lebih detail, sehingga kejelasan atas investor yang bertransaksi di pasar modal Indonesia akan lebih jelas dan komprehensif. 

Baca Juga

  • OJK Komitmen Lanjutkan Demutualisasi Bursa Efek Indonesia
  • Bos Danantara hingga OJK Merapat ke Bursa Sore Ini, Bahas Apa?
  • Strategi Friderica Mereformasi Bursa: Lindungi Investor Ritel hingga Berantas Saham Gorengan

Menurut Jeffrey, Bursa bersama SRO lainnya akan meningkatkan tipe investor dari yang saat ini sembilan kategori SID, akan disesuaikan dengan global best practice. Bursa akan menambahkan kategori lain dalam klasifikasi investor, sesuai dengan kategori yang diharapkan oleh MSCI. 

Tipe investor ini menurut Jeffrey akan mencakup klasifikasi seperti SWF, Private Equity, Investment Advisor, Discretionary Fund, dan lain-lain. 

Bursa juga menurutnya akan melakukan sosialisasi kepada pelaku pasar pekan ini dan meminta pelaku pasar, bank kustodian, dan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan remapping atas kebutuhan klasifikasi investor tersebut. 

“Kami harapkan proses ini akan dapat diselesaikan paling lambat April 2026 sebelum timeline yang ditetapkan oleh MSCI,” ujar Jeffrey. 

Dia juga berujar BEI akan terus melakukan sosialisasi terkait perkembangan terkini dan langkah strategis yang diambil oleh BEI kepada seluruh pelaku pasar, baik domestik maupun foreign investor untuk memberikan kejelasan dan memberikan kepastian terhadap iklim investasi di pasar modal Indonesia. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kuasa Hukum Denada Sesalkan Ressa Rizky Buat Gaduh soal Dugaan Penelantaran Anak
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Kualitas Udara Jakarta Masuk Daftar Paling Bersih Pagi Ini
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Polantas yang Minta Uang di Jakpus Kini Diproses dan Jalani Patsus
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Bendungan Jebol, Lahan Sawah di Sukabumi Terdampak Banjir dan Terancam Gagal Panen
• 22 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Israel Kembali Bombardir Tenda Pengungsi Khan Younis, 32 Tewas
• 10 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.