Jakarta, VIVA – Isu tentang orang tua yang menelantarkan anak kembali menjadi sorotan publik setelah munculnya polemik pengakuan anak kandung yang menyeret nama Denada dan Ressa Rizky. Perbincangan ini membuka pertanyaan besar di tengah masyarakat, bagaimana pandangan Islam terhadap orang tua yang tidak menjalankan tanggung jawabnya kepada anak?
Selama ini, pembahasan tentang kedurhakaan lebih sering diarahkan kepada anak. Namun, ulama kharismatik Buya Yahya menegaskan bahwa orang tua pun memiliki tanggung jawab besar yang jika dilalaikan, berujung pada dosa besar di hadapan Allah SWT.
Dalam penjelasannya, Buya Yahya menyebut bahwa orang tua yang tidak mendidik, tidak menafkahi, atau bahkan menelantarkan anak telah menyia-nyiakan amanah.
“Ada orang tua yang tidak mendidik anaknya. Ada orang tua yang tidak peduli urusan anaknya. Bahkan ada orang tua yang zalim kepada anaknya. Dia telah menyiakan amanah. Dia berlaku dosa besar,” ujar Buya Yahya yang dikutip dari YouTube Al-Bahjah TV pada Senin, 2 Februari 2026.
- Istimewa
Menurut Buya Yahya, istilah “durhaka” memang lebih sering dilekatkan pada anak olehj orang tua. Namun, bukan berarti orang tua terbebas dari dosa ketika bersikap zalim terhadap anaknya.
“Kalau orang tua menyiakan amanat dosanya ya dosa menyiakan amanat,” ujarnya lagi.
Ia menegaskan bahwa tanggung jawab orang tua bukan hanya soal memberi nafkah materi, tetapi juga pendidikan akhlak dan pengenalan kepada Allah SWT.
“Salah menyekolahkan termasuk bentuk durhaka. Hanya diberi uang saja untuk sekolah tapi tidak dikenalkan kepada Allah. Sehingga pada akhirnya sang anak tidak kenal Allah,” jelas Buya.
Buya Yahya bahkan menyebut bahwa menelantarkan anak, tidak memberi nafkah, atau membiarkan anak hidup tanpa perhatian adalah bentuk kezaliman yang dosanya besar.
“Ada lagi orang tua yang masyaallah dengan kezalimannya menelantarkan tidak bernafkah dan sebagainya. Dosa di hadapan Allah dan dosa besar,” jelasnya lagi.
Meski demikian, Buya Yahya mengingatkan agar anak tidak menjadikan kesalahan orang tua sebagai pembenaran untuk ikut berbuat buruk. Menurutnya, sikap seperti itu justru merugikan diri sendiri.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5471154/original/029606400_1768278779-3.jpg)
/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F02%2F02%2F6d2d37795fda44cf92d3e78441845b09-WhatsApp_Image_2026_02_02_at_13.25.03.jpeg)