Dua Tahanan Positif Campak, ICE Karantina Pusat Detensi Texas

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Texas: Otoritas Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat Immigration and Customs Enforcement (ICE) menghentikan “seluruh pergerakan” di sebuah pusat detensi di Texas selatan setelah dua orang yang ditahan dinyatakan positif campak. Langkah darurat ini memicu penerapan karantina dan kembali menuai kritik dari kelompok pembela hak imigran.

Texas Department of State Health Services menyatakan kasus tersebut dikonfirmasi pada 31 Januari di Dilley Immigration Processing Center, yang berjarak sekitar 113 kilometer di barat daya San Antonio.

Fasilitas ini secara resmi bernama South Texas Family Residential Center dan menampung keluarga, termasuk anak-anak, yang tengah menunggu proses deportasi atau persidangan imigrasi.

Dalam pernyataannya yang dikutip TRT World, Senin, 2 Februari 2026, departemen tersebut menyebut ICE Health Services Corps segera mengambil langkah untuk mengarantina dan mengendalikan penyebaran penyakit.

“Seluruh pergerakan di dalam fasilitas dihentikan dan semua individu yang diduga melakukan kontak dengan pasien terinfeksi dikarantina,” demikian pernyataan tersebut.

Sementara itu, Department of Homeland Security (DHS) menyatakan tim medis terus memantau kondisi para tahanan dan memberikan perawatan yang diperlukan.

“Staf medis terus memantau kondisi para detainee dan akan mengambil langkah aktif yang tepat untuk mencegah infeksi lebih lanjut,” ujar DHS. Otoritas juga menegaskan bahwa seluruh detainee menerima perawatan medis yang layak.

Di luar fasilitas pada Minggu, organisasi League of United Latin American Citizens (LULAC) menggelar aksi unjuk rasa yang menyerukan penutupan pusat detensi tersebut. Mereka menilai kondisi penahanan meningkatkan risiko kesehatan bagi keluarga rentan, terutama anak-anak.

“Ketika sebuah negara yang menyebut dirinya mercusuar kebebasan menahan anak-anak di balik kawat berduri, memisahkan keluarga dari komunitas mereka, dan menempatkan mereka dalam kondisi terisolasi, kita telah melampaui batas berbahaya,” kata Presiden Nasional LULAC Roman Palomares.

Pusat detensi Dilley memiliki kapasitas sekitar 2.400 orang. Secara nasional, ICE saat ini menahan lebih dari 70.000 orang di berbagai fasilitas detensi imigrasi di seluruh Amerika Serikat, menurut data pemerintah yang diperoleh CBS News. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan sekitar 40.000 orang pada periode yang sama tahun lalu.

Baca juga:  Ribuan Warga Minneapolis dan Kota Lain di AS Berunjuk Rasa Mengecam ICE


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jadwal Siaran Langsung Perempat Final Piala Asia Futsal 2026: Indonesia Vs Vietnam
• 4 jam lalubola.com
thumb
Film Lisa BLACKPINK Syuting di Kota Tua, Warga Bingung Ada Spanduk "Save Myanmar"
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Polisi Segera Buka Kartu Soal Kasus Penganiayaan yang Menjerat Habib Bahar
• 15 jam lalusuara.com
thumb
GoApotik Dongkrak Penjualan Apotek UMKM Lewat Digital Marketing
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Media Belanda Ungkap Detail Kontrak Mauro Zijlstra dengan Persija, Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Disebut ...
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.